Prosedur maze dikenal juga dengan ablasi bedah. Prosedur maze adalah tindakan bedah yang dilakukan untuk mengatasi masalah jantung, yaitu fibrilasi atrium. Kondisi ini terjadi ketika irama atrium (ruang atas jantung) tidak teratur dan terlalu cepat, sehingga menyebabkan detak jantung Anda menjadi cepat dan tidak teratur.

Fibrilasi atrium dapat membahayakan jika tidak segera ditangani dengan tepat, karena diduga dapat meningkatkan risiko serangan stroke 5 – 7 kali lipat dibandingkan orang yang tidak terkena penyakit ini. Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko gagal jantung hingga kematian.

Seperti apa prosedur maze?

Prosedur maze dilakukan dengan menggunakan gelombang radio, pembekuan, gelombang mikro (ultrasound), atau memberi sayatan kecil di bagian dada untuk membuat jaringan parut. Prosedur ini juga mungkin dilakukan dokter melalui operasi jantung terbuka atau saat seseorang menjalani operasi jantung lain, seperti bypass arteri koroner atau perbaikan katup.

Jaringan parut sendiri merupakan jaringan yang tidak melakukan aktivitas listrik. Fungsi jaringan ini untuk menghalangi sinyal listrik abnormal yang menjadi penyebab aritmia. Jaringan parut yang dibuat dokter akan mengarahkan sinyal listrik melalui jalur terkontrol atau labirin (maze) ke ventrikel (ruang bawah jantung).

Tujuan prosedur maze dilakukan

Prosedur maze bertujuan mengembalikan ritme atau irama jantung normal dan mengontrol detak jantung agar stabil dan teratur. Dokter Anda mungkin merekomendasikan prosedur maze dilakukan apabila:

  • Obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengontrol ritme jantung tidak berhasil meredakan gejala fibrilasi atrium.
  • Memiliki gejala fibrilasi atrium dan akan menjalani operasi jantung lagi.
  • Akan menjalani operasi jantung lagi dan ingin menambahkan prosedur maze yang tidak terlalu berisiko.
  • Tidak dapat melakukan ablasi kateter atau lebih suka dioperasi.
  • Pernah menjalani ablasi kateter, tetapi masih mengalami fibrilasi atrium.

Bicarakan dengan dokter penanganan terbaik untuk mengatasi gangguan jantung yang Anda alami, guna mencegah atau mengurangi risiko komplikasi dari setiap tindakan pengobatan yang diambil.

Berapa lama masa pemulihannya?

Pemulihan pasca menjalani prosedur maze bergantung pada metode yang dilakukan. Misalnya, pemulihan mungkin akan butuh waktu lebih lama jika melalui operasi jantung terbuka dibandingkan prosedur yang dibantu robotik.

Anda mungkin harus berada di rumah sakit 7 – 10 hari, dengan 2 – 3 hari pertama pasca operasi tinggal di unit perawatan intensif (ICU) agar dapat diawasi dengan ketat. Anda juga dilatih untuk mulai berjalan dalam 1 – 2 hari pasca prosedur maze dilakukan.

Umumnya, masa pemulihan akan selesai dalam waktu 6 – 8 minggu setelah operasi. Dalam waktu 3 – 6 bulan, Anda juga sudah bisa melakukan aktivitas normal kembali. Namun, Anda tetap tidak boleh terlalu kelelahan dan upayakan beristirahat dengan cukup.

Jika Anda menjalani prosedur maze yang dibantu robotik, mungkin hanya butuh 1 – 2 hari saja untuk tinggal di rumah sakit setelah operasi. Anda juga sudah bisa menjalani rutinitas kembali dengan normal lebih cepat dibandingkan melakukan operasi jantung terbuka.

Tingkat keberhasilan prosedur maze

Prosedur maze memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu 70 – 95% orang sembuh dari fibrilasi atrium dalam jangka panjang. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda masih perlu mengonsumsi obat-obatan setelah menjalani prosedur ini.

Jika gejala fibrilasi atrium terulang kembali pasca operasi, Anda mungkin memerlukan tindakan ablasi kateter atau perawatan lain untuk menanganinya. Di sisi lain, apabila ritme jantung Anda justru jadi lambat setelah prosedur maze, dokter mungkin merekomendasikan pemasangan alat pacu pada jantung Anda.

Selalu bicarakan dengan dokter Anda terkait kondisi dan gejala tidak menyenangkan muncul pasca menjalani prosedur maze. Dokter akan mencari tahu penyebabnya dan melakukan prosedur medis lain untuk mengatasinya.

Tindakan Medis