Mesothelioma merupakan sebuah kanker agresif yang biasanya disebabkan karena paparan terhadap asbes. Hal ini memengaruhi sel-sel mesothelial, dan terjadi pada lapisan yang menutupi bagian permukaan luar organ tubuh. Mesothelioma umumnya memengaruhi pleura, atau lapisan paru-paru. Namun, kondisi ini juga muncul pada lapisan jantung dan perut. Mesothelioma merupakan kondisi yang langka dan jarang dijumpai. Di Amerika Serikat sendiri, setiap tahunnya teradapat 3 ribu diagnosa mesothelioma. Sayangnya, tidak ada obat untuk mesothelioma. Namun, terapi paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup penderita mesothelioma.

Jenis mesothelioma dan penyebabnya

Mesothelioma merupakan bentuk kanker yang agresif. Dalam arti, kondisi ini dapat berkembang dan menyebar dengan cepat. Ada tiga jenis mesothelioma, yaitu pleural, peritoneal, dan pericardial. Mesothelioma pleural merupakan jenis yang paling sering dijumpai, dan memengaruhi pleura atau lapisan di sekeliling paru-paru. Dalam kasus pleural, mesothelioma menyerang lapisan perut yang disebut peritoneum. Sementara itu, mesothelioma pericardial merupakan bentuk mesothelioma paling langka dan menyerang lapisan pelindung jantung yang disebut pericardium. Setelah diagnosa, 55 persen penderita mesothelioma memiliki harapan hidup selama 6 bulan, 35 persen selama 1 tahun, dan 9 persen selama 5 tahun atau lebih. Tingkat keselamatan berbeda-beda tergantung tipe yang diderita.

Ada hubungan langsung antara mesothelioma dan paparan terhadap asbes, kombinasi dari 6 mineral yang membentuk serat tipis dan panjang. Serat tersebut dapat ditemukan secara alami di tanah dan batu-batuan di seluruh dunia. Asbes terdiri dari silicon, oksigen, dan beberapa elemen lain. Produk-produk yang mengandung asbes, di antaranya adalah:

  • Bahan bangunan, seperti ubin lantai dan bahan-bahan atap
  • Produk-produk friksi, seperti bahan untuk rem
  • Kain, kemasan, dan gasket yang tahan panas

Dulu kala, tukang bangunan akan menggunakan abses untuk insulasi produk dan bangunan agar kedap suara dan tahan api. Saat seseorang memasang, memperbaiki, dan menghancurkan produk-produk dari asbes, serat dapat menyebar di udara. Orang-orang kemudian dapat menghirup dan menelan produk tersebut, dan membuatnya terjebak secara permanen di paru-paru ataupun saluran pencernaan dalam waktu yang lama. Partikel asbes juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain.

Gejala mesothelioma

Rata-rata usia diagnosa mesothelioma adalah 72 tahun, dengan gejala yang bermacam-macam tergantung bagian tubuh mana yang terdampak penyakit ini.

  • Mesothelioma pleural

Gejala mesothelioma pleural di antaranya adalah sesak napas, batuk (yang terkadang ditemani dengan rasa sakit), berat badan turun secara tiba-tiba dan tanpa penyebab yang bisa dijelaskan, rasa sakit di bawah tulang rusuk, adanya benjolan di bawah kulit di sekitar daerah dada, rasa sakit punggung bawah, rasa tidak nyaman pada sisi dada, lelah, berkeringat, demam, dan kesulitan menelan.

  • Mesothelioma peritoneal

Dalam kasus mesothelioma peritoneal, gejala yang umum dijumpai di antaranya adalah turunnya berat badan secara tiba-tiba, perut yang membengkak dan sakit, benjolan di perut, serta mual dan muntah.

  • Mesothelioma pericardial

Mesothelioma pericardial dapat menyebabkan tekanan darah rendah, sesak napas endema di kaki, palpitasi jantung, sakit dada, dan rasa lelah yang teramat sangat.

Rata-rata mesothelioma akan membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 tahun untuk muncul. Beberapa orang dapat menunjukkan gejala-gejala mesothelioma setelah 10 tahun setelah paparan terjadi, sementara orang lain tidak menunjukkan gejala apapun (asymptomatic) selama lebih dari 50 tahun. Lama waktu hingga munculnya gejala pertama dapat berbeda-beda, tergantung intensitas paparan asbes. Faktor individu dan genetik lain juga memiliki peran yang penting dalam perkembangan mesothelioma.

Penyakit