Menjadi peserta BPJS Kesehatan termasuk banyak manfaat yang didapatkan. Salah satu layanan yang ditanggung adalah kesehatan untuk ibu hamil. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja fasilitas kesehatan BPJS yang bisa Anda dapatkan selama masa kehamilan ini.

Agar lebih jelas dan tidak menimbulkan salahpahaman, berikut fase dan penanganan yang akan Anda dapatkan dari layanan BPJS Kesehatan.

Layanan di Masa Kehamilan

Kondisi kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan harus mendapat perhatian penting selama masa kehamilan yang terbilang cukup lama.

Selama masa kehamilan ini, BPJS Kesehatan menanggung pemeriksaan rutin untuk ibu hamil. Pemeriksaan kandungan ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I yaitu puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan lain asal sudah terdaftar dalam jaringan BPJS.

Jika ibu hamil memiliki masalah terhadap kandungannya dan butuh tindakan medis yang serius, tapi faskes tingkat I tidak dapat menangani karena kurangnya fasilitas dan perlatan, maka ibu hamil akan mendapat surat rujukan untuk ke Faskes Tingkat Kedua. Faskes rujukan biasanya adalah rumah sakit yang punya fasilitas yang lebih lengkap.

Layanan USG

Layanan USG ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan. USG juga diperlukan untuk melihat jenis kelamin janin dalam kandungan. Hampir dipastikan ibu hamil akan melakukan USG beberapa kali selama masa kehamilan untuk memastikan kondisi kandungannya tidak bermasalah.

Namun, ada ketentuan tindakan USG yang ditanggung BPJS Kesehatan. BPJS hanya menanggung USG jika kandungan mengalami masalah serius dan berisiko pada keselamatan dan kesehatan ibu dan bayinya. Sehingga dengan kondisi ini dokter pasti menyarankan untuk melakukan tindakan USG. Untuk USG dengan kondisi seperti ini, semua biaya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun, jika tindakan USG hanya untuk keinginan dan kemauan ibu hamil saja, maka tindakan tersebut tidak ditanggung oleh BPJS, melainkan pasien yang harus membayar dengan dana pribadinya. Biaya untuk USG ini juga bervariasi, tergantung klinik atau rumah sakit tempat dilakukannya USG.

Layanan Persalinan

Layanan fasilitas Kesehatan BPJS bagi ibu hamil selanjutnya adalah saat proses persalinan. Biasanya ibu hamil yang menggunakan BPJS Kesehatan bisa melakukan proses persalinan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I seperti puskemas, klinik, atau dokter yang buka praktek dan bekerjasama dengan BPJS. Namun, jika kondisi yang dialami pasien saat proses persalinan cukup serius dan butuh penanganan yang lebih lanjut, persalinan akan dilakukan ke faskes tingkat II. Tentu saja mengikuti proses rujukan.

Untuk beberapa kasus yang memang butuh penanganan segera dan kondisi darurat yang membahayakan keselamatan ibu dan bayi, proses persalinan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat tanpa perlu melapor ke kantor cabang BPJS.

Misalnya ibu hamil mengalami kejang, pendarahan, ketuban pecah dini, dan kondisi serius lainnya dan harus segera mendapat penanganan. Saat kondisi ini, pihak BPJS menganjurkan agar ibuhamil segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat ke faskes atau RS lainnya.

Layanan Operasi Caesar

Layanan operasi caesar saat proses melahirkan memang butuh biaya yang cukup besar. BPJS Kesehatan sebenarnya dapat menanggung biaya operasi caesar ini dengan kondisi dan syarat tertentu.

Operasi caesar yang ditanggung oleh BPJS harus atas rujukan dari dokter. Operasi caesar direkomendasikan jika keselamatan dan kesehatan ibu serta bayinya terancam jika dipaksakan melahirkan dengan metode normal. Maka kondisi ini akan ditanggung oleh BPJS.

Namun, bila operasi caesar hanya dilakukan berdasarkan keinginan atau inisiatif sendiri dari ibu hamil bukan atas rekomendasi dokter, maka seluruh biaya operasi akan ditanggung pasien sendiri.

Maka, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui secara detail fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan sehingga tidak menimbulkan maslah di kemudian hari, baik itu dalam proses pengurusan atau prosedurnya, atau kendala-kendala lain yang menghambat proses pemeriksaan ataupun persalinan.

Hidup Sehat