Jenis-Jenis Ekokardiogram serta Prosedurnya yang Perlu Anda Ketahui!

Ekokardiogram merupakan tes yang menggunakan gelombang untuk menghasilkan gambaran dari jantung Anda. Tes ini memungkinkan Anda melihat jantung berdetak dan memompa darah. Dokter menggunakan gambar dari ekokardiogram untuk mengidentifikasi penyakit jantung yang mungkin terjadi. Bergantung pada informasi apa yang dibutuhkan dokter, Anda mungkin memiliki satu dari beberapa jenis ekokardiogram. 

Ekokardiogram transtorasik tidak memerlukan persiapan khusus. Namun, jika Anda menjalani ekokardiogram transesophageal, dokter Anda mungkin menginstruksikan untuk tidak makan apapun selama beberapa jam sebelum tes. Ini untuk mencegah Anda muntah selama tes. Anda juga mungkin tidak bisa mengemudi selama beberapa jam sesudahnya karena pada saat tes berlangsung Anda akan diberi obat penenang. Jika dokter merekomendasikan prosedur ekokardiogram stres, kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berolahraga

Jenis-jenis Ekokardiogram:

  • Echocardiogram transthoracic

Prosedur ini merupakan echocardiogram yang standar. Tes ini tidak menimbulkan rasa sakit, karena prosesnya hampir sama seperti X ray tetapi tidak menggunakan radiasi. Prosedur ini menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan untuk mengevaluasi kesehatan bayi sebelum lahir.

Perangkat genggam yang disebut transduser ditempatkan pada dada dan mentransmisikan gelombang suara frekuensi tinggi. Gelombang suara ini akan memantul dari struktur jantung, lalu menghasilkan gambar dan suara yang dapat digunakan untuk dokter mendeteksi kerusakan atau adanya penyakit jantung.

  • Transesophageal echocardiogram

Tes ini mengharuskan transduser dimasukkan ke tenggorokan dan kerongkongan (tabung penelanan yang menghubungkan mulut ke perut). Karena kerongkongan terletak dekat dengan jantung, gambar yang jelas dari struktur jantung dapat diperoleh tanpa terhalang paru-paru dan dada.

  • Stress echocardiogram

Tes ini merupakan ekokardiogram yang dilakukan dengan berlatih treadmill atau sepeda stasioner. Ekokardiogram ini bisa dilakukan untuk memvisualisasikan Gerakan dinding jantung dan tidakan memompa ketika jantung ditekan. Dengan melakukan tes ini bisa membantu dokter mengungkapkan kurangnya aliran darah yang tida bisa terlihat jelas pada tes jantung lainnya.

  • Dobutamine stress echocardiogram

Ekokardiogram ini adalah bentuk lain dari ekokardiogram stres. Namun, tes ini tidak menggunakan metode olahraga untuk menekan jantung, stres jantung bisa didapat dengan memberikan obat yang merangsang jantung. Tes ini digunakan untuk mengevaluasi fungsi jantung dan katup jantung ketika Anda tidak dapat berolahraga dengan treadmill atau sepeda statis. Dobutamine stress echocardiogram juga digunakan untuk menentukan seberapa baik jantung Anda menoleransi aktivitas berat, mengidentifikasi apakah Anda memiliki penyakit arteri koroner (arteri yang tersumbat), dan mengevaluasi efektivitas rencana perawatan jantung 

  • Ultrasonografi intravascular

Ultrasonografi dilakukan selama kateterisasi jantung. Selama prosedur ini, transduser dimasukkan ke pembuluh darah jantung melalui kateter di selangkangan. Tes ini sering digunakan untuk memberikan informasi terperinci tentang aterosklerosis (penyumbatan) di dalam pembuluh darah.

Prosedur untuk ekokardiogram transthoracic standar

Pertama, Anda akan membuka pakaian dari pinggang ke atas dan berbaring di meja pemeriksaan atau tempat tidur. Kemudian teknisi akan menempelkan elektroda ke tubuh untuk membantu mendeteksi dan mengatur arus listrik jantung. Setalah itu, teknisi akan mengaplikasikan gel transduser yang dapat meningkatkan konduksi gelombang suara.

Selanjutnya, teknisi akan menindahkan transduser bolak-balik di atas dada untuk merekam gambar gema gelombang suara. Saat itu, Anda mungkin diminta untuk bernapas dengan cara tertentu atau berguling ke sisi kiri.

Jika Anda melakukan ekokardiogram transesofagus, maka prosedurnya adalah:

  • Tenggorokan Anda akan mati rasa dengan semprotan atau gel.
  • Anda akan diberikan obat penenang agar menjadi rileks.
  • Tabung yang berisi transduser akan dimasukkan ke tenggorokan Anda dan masuk ke kerongkongan, dan diposisikan untuk mendapatkan gambar jantung.
  • Kebanyakan ekokardiogram membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Jika Anda memiliki ekokardiogram transesophageal, Anda dapat diawasi selama beberapa jam setelah tes.
Penyakit

Tahukah Anda apa itu pneumonia? Pneumonia merupakan suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pneumonia ini biasanya disertai dengan terdapatnya cairan di organ pernapasan tersebut, sehingga kerap dikenal dengan paru-paru basah. Nah, bronkopneumonia adalah salah satu jenis dari pneumonia itu sendiri.

Bronkopneumonia atau yang bisa disebut sebagai pneumonia lobularis melibatkan peradangan pada alveolus dan bronkus. Penyakit ini merupakan tipe pneumonia yang paling sering terjadi pada anak-anak dan menjadi penyebab utama kematian anak-anak di bawah lima tahun.

Berdasarkan laporan dari UNICEF dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada tahun 2015 terdapat sekitar 20.000 anak balita di Indonesia meninggal karena pneumonia. Sementara itu, menurut sebuah penelitian, diperkirakan pneumonia banyak terjadi pada bayi kurang dari 2 bulan, maka pengobatan dengan intensif dan komprehensif pada penderita dapat menurunkan angka kematian anak.

Kebanyakan kasus pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme, tetapi ada juga sejumlah penyebab non-infeksi yang bisa menyebabkan penyakit ini.

Bronkopneumonia pada anak lebih sering terjadi lantaran infeksi sekunder terhadap berbagai keadaan yang melemahkan daya tahan tubuh, meski tidak menutup kemungkinan juga disebabkan infeksi primer seperti pada orang dewasa.

Nah, berikut beberapa pemaparan lebih lanjut mengenai bronkopneumonia pada anak-anak:

  1. Penyebab
  2. Faktor Infeksi

Faktor infeksi yang dimaksud adalah, bronkopneumonia ini masuk ke dalam tubuh penderita karena infeksi oleh sesuatu. Yang dapat menyebabkan infeksi ada tiga macam, yakni virus; bakteri; dan jamur.

Penyebab pertama adalah virus, ada beragam virus yang dapat menyebabkan bronkopneumonia pada anak, di antaranya: beberapa virus Influenza (A, B, C), parainfluenza (1,2,3,4), RSV, Cacar Air, adenovirus, CMV, dan campak.

Sedangkan penyebab kedua adalah dari bakteri, yakni bakteri pneumokokus dan bakteri mycobakterium tuberculosa.

Kemudian adalah bakteri, bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan bronkopneumonia pada anak-anak adalah bakteri pneumokokus, bakteri mycobakterium tuberculosa, Haemophilus influenza, Chlamydia, Moraxella catarrhalis, Legionella, Staphylococcus aureus, dan bakteri gram negatif seperti Pseudomonas aeruginosa, anaerob, dan Klebsiella.

Sementara jamur yang bisa menginfeksi dan menyebabkan bronkopneumonia adalah Jamur Carinii Pneumocystis (PCP)

  • Faktor Non-infeksi

Selain karena faktor infeksi, bronkopneumonia pada anak juga dapat terjadi akibat non infkesi.

Beberapa di antaranya adalah bronkopneumonia hidrokarbon yang terjadi karena aspirasi selama penelanan muntah atau sonde lambung (zat hidrokarbon seperti pelitur, minyak tanah, dan bensin).

Ada pula yang dinamakan bronkopneumonia lipoid, yakni terjadi akibat pemasukan obat yang mengandung minyak secara intranasal, termasuk jeli petroleum.

Sementara itu, hal-hal ini juga dapat menjadi sebab bronkopneumonia dari faktor non-infeksi:

  • Menelan makanan-benda kecil seperti kacang atau biji-bijian;
  • Semprotan cat pada barang-barang perabotan rumah;
  • Debu, jamur, jamur inhalasi biasanya lazim di petani, pemetik jamur atau penambang (debu nikel);
  • Benda asing (menelan koin atau gigi); dan
  • Parasit.
  • Gejala Bronkopneumonia pada Bayi dan Anak-Anak

Meski gejala yang dialami anak-anak yang terserang bronkopneumonia tidak selalu sama, tetapi umumnya kondisi-kondisi ini mengindikasikan situasi tersebut. Gejala-gejalanya antara lain:

  • Batuk-batuk;
  • Hidung tersumbat;
  • Demam;
  • Detak jantung cepat;
  • Anak lebih rewel dari biasanya;
  • Tidak untuk makan atau minum;
  • Sulit tidur;
  • Tarikan otot dada; dan
  • Kadar oksigen dalam darah yang rendah.
  • Pencegahan dan Pengobatan

Orang bijak berkata dan percaya bahwa melakukan pencegahan jauh lebih baik ketimbang harus mengobati. Berdasarkan hal itu, sebagai orang tua, melindungi anak dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak-anak menderita bronkopneumonia adalah suatu kewajiban.

Berikut beberapa langkah sederhana untuk mencegah brokopneumonia pada anak:

  • Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan tangan anak untuk mengurangi penularan penyakit;
  • Hindarkan anak-anak dari paparan asap rokok;
  • Jauhkan bayi atau anak dari penderita bronkopneumonia;
  • Lengkapilah imunisasi anak agar terlindungi dari bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi bronkopneumonia. Anak-anak memang lebih rentan terserang bronkopneumonia, terutama yang berusia di bawah 2 tahun atau anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Adapun jika anak-anak telah terlanjur terserang bronkopneumonia, ada beberapa metode dan cara mengobatinya. Metode, langkah, dan cara itu disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan penyakit, usia, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu biasanya dapat sembuh dalam rentang waktu 1 hingga 3 minggu.

Dalam kasus yang ringan, penyakit ini dapat membaik hanya dengan teratur minum obat dan istirahat di rumah. Namun, dalam kasus yang parah pasien mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

  • Jika radang paru yang anak alami disebabkan karena infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri berbahaya di paru-paru.
  • Sayangnya, antibiotik tidak berfungsi untuk infeksi karena virus. Oleh sebab itu, jika radang paru disebabkan oleh infeksi virus, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus.
  • Sementara untuk radang paru yang disebabkan jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur.

Pastikan anak minum obat antibiotik, antivirus, dan antijamur sesuai dengan yang diresepkan dokter. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa persetujuan dokter. Bila anak mengalami gejala yang mirip dengan bronkopneumonia, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

***

Setelah sedkit-banyak mengetahui apa itu bronkopneumonia pada anak-anak, Anda harus dapat lebih waspada terhadap penyakit ini. Jangan pernah meremehkan atau memandang sebelah mata penyakit apa pun, terlebih bronkopneumonia ini, yang telah terbukti dapat membahayakan nyawa mereka.

Penyakit

Tidak semua orang yang memiliki gejala refluks asam lambung (GERD) akan merasakan panas atau nyeri di dada. Namun juga GERD dapat diidentifikasi dengan gejala yang sering muncul seperti rasa asam pada mulut, gangguan pada katup jantung dan sebagainya.

Nyeri pada dada sering dimulai pada bagian abdomen. Rasa panas ini lalu mengalir ke bagian tengah dada menjalar hingga bagian punggung dan leher serta menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman bagi penderita. Terkadang rasa sakitnya seperti ditusuk dan ditekan.

Gejala-gejala GERD

Jika Anda merasakan sakit seperti itu setelah makan, kemungkinan besar Anda sedang terkena GERD. Gejala-gejala lain yang dapat muncul diantaranya:

  • Suara serak. Ketika refluks asam lambung sampai ke area kerongkongan, suara kita menjadi parau karena asam telah mengenai area faring dan laring.
  • Laringitis. Kondisi dimana pita suara membengkak akibat asam yang naik sampai ke kerongkongan.
  • Batuk kering. GERD juga dapat menyebabkan batuk kering terutama saat malam hari. Meski belum ada penelitian yang melakukan studi khusus yang mempelajari hubungan refluks asam lambung dan batuk, namun seringkali pasien yang mengalami GERD juga mengalami batuk kering yang tak kunjung sembuh.
  • Asma. Refluks asam lambung dapat memperparah kondisi asma karena saluran bernamas terkena iritasi. Dan tak jarang medikasi untuk asma membuat GERD menjadi lebih parah.
  • Perasaan seperti ada benjolan di dalam tenggorokan
  • Jumlah air liur yang meningkat
  • Bau napas tak sedap. Selain itu, rasa asam pada mulut bisa berlangsung selama beberapa hari akibat asam yang naik dalam saluran kerongkongan.
  • Perut sering kembung
  • Sakit pada telinga
  • Sakit pada dada.
  • Untuk kondisi yang parah, GERD bisa menyebabkan kelelahan

Pengobatan GERD dan pemulihannya .

Jika gejala-gejala di atas sering muncul beberapa kali selama satu bulan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui perawatan apa yang paling tepat bagi Anda. Umumnya, metode penyembuhan GERD diawali dengan menyembuhkan gejala-gejala yang ada dengan berbagai pengobatan agar tidak terjadi komplikasi. Selain itu, perubahan gaya hidup yang lebih sehat juga sangat membantu pemulihan dari gejala GERD.

Masalah GERD juga sangat umum ditemui pada wanita hamil akibat tekanan pada perut. Beberapa cara mudah untuk mengurangi refluks asam lambung yaitu dengan makan dalam porsi sedikit, perbanyak minum air putih serta mengurangi makanan yang memiliki sifat asam dan pedas.

Penyakit

Susah buang air besar? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Sembelit merupakan kondisi yang kerap terjadi, bahkan ada dari mereka yang buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu. Kalaupun rasa sakit perut muncul, mereka cenderung sulit buang air besar karena kotoran yang terlalu padat dan keras.

Di sisi lain, terkadang, kelainan medis seperti sindrom iritasi usus dapat menjadi penyebab terjadinya sembelit. Masalah-masalah itu seringkali membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dari dokter. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, penyebab sembelit bukanlah hal yang serius dan bersifat jangka pendek serta mudah untuk dipulihkan. Untuk mengetahui apa yang telah menyebabkan Anda sembelit, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Apakah Anda Sudah Cukup Mengonsumsi Makanan Berserat?

Kerja organ-organ pencernaan, seperti usus, akan dimudahkan dengan asupan makanan berserat. Asupan inilah yang berperan besar dalam membuat kerja usus menjadi lebih teratur. Makanan berserat ini dapat berupa buah dan sayuran setiap harinya. Meskipun gaya makan masa kini identik dengan asupan daging dan olahan cepat saji lainnya, pastikan untuk tidak melewatkan buah dan sayuran berserat dalam kombinasinya.

Bagaimana Kebutuhan Cairan Tubuh Anda?

Untuk dapat mengeluarkan sisa makanan dan kotoran melalui usus dengan lancar, Anda harus memperbanyak asupan air putih. Jika tubuh Anda kekurangan asupan air, kandungan air dari kotoran akan diserap kembali sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Apakah Anda Aktif Bergerak?

Berolahraga dan melakukan latihan fisik akan membantu pergerakan usus Anda. Sebaliknya, jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk, akan timbul masalah-masalah di organ pencernaan yang berisiko menyebabkan sembelit.

Apakah Asupan Suplemen Anda yang Menjadi Masalahnya?

Suplemen zat besi atau kalsium dapat menyebabkan sembelit pada beberapa orang. Jika Anda mengonsumsi suplemen kalsium atau zat besi, berhati-hatilah dengan memperbanyak asupan serat, minum banyak air, dan pastikan tubuh tetap aktif. Jika itu tidak membantu, konsultasikan diri pada dokter untuk saran dan anjuran lain untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut tanpa suplemen, seperti dengan asupan makan tertentu.

Apakah Anda Sedang Stres?

Ketika sistem respons stres otak Anda sedang menyala, akan terjadi perubahan kerja pada tubuh Anda, khususnya sistem pencernaan. Sistem pencernaan ini akan menjadi sangat sensitif terhadap stres, dan sembelit dapat menjadi salah satu respons yang muncul. Jadi waspadalah saat pekerjaan atau kegiatan Anda mulai padat dan membuat tekanan pada diri Anda. Segera perbanyak asupan air dan makanan berserat untuk menjaga kerja organ pencernaan tetap baik.

Apakah Anda Sering Menahan Keinginan Buang Air?

Mungkin Anda terlalu sibuk untuk berhenti melakukan pekerjaan dan aktivitas setiap kali tubuh Anda memberi tanda untuk buang air besar. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan karena Anda tidak suka menggunakan toilet umum, kecuali toilet Anda sendiri di rumah. Sayangnya, kebiasaan ini ternyata berdampak buruk karena dapat membuat kotoran di usus besar Anda semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Apakah Anda Sedang Hamil?

Secara umum, wanita memiliki kecenderungan mengalami konstipasi lebih sering daripada pria. Hal ini terjadi khususnya selama masa kehamilan ketika perubahan hormon dapat dengan mudah mengganggu sistem pencernaan Anda. Ditambah lagi dengan adanya tekanan yang diberikan bayi yang sedang tumbuh pada saluran-saluran pencernaan Anda. Jadi, jangan heran jika Anda merasakan sulit buang air besar selama hamil dan bahkan setelah melahirkan.

Apakah Usia Mempengaruhi?

Keinginan untuk buang air besar akan meningkat seiring bertambahnya usia. Untuk itu, pastikan untuk selalu berolahraga, minum lebih banyak air, dan makan asupan serat lebih banyak.

Apakah Anda Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu?

Beberapa obat, seperti obat penghilang rasa sakit, suplemen zat besi, antidepresan, dan diuretik, dapat memberikan efek samping berupa sembelit. Selain itu, ada juga beberapa jenis obat-obatan untuk diabetes, penyakit Parkinson, serta obat perawatan tekanan darah. Bahkan, obat-obatan yang dijual bebas seperti antasid juga dapat menghambat kerja organ pencernaan, hingga menyebabkan sembelit.

Apakah Ada Kemungkinan Ini Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Meskipun jarang, konstipasi atau sembelit mungkin menjadi tanda adanya penyakit serius dalam tubuh Anda. Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Jika penyebab-penyebab di atas tidak Anda rasakan, mungkin dokter akan mencari tahu kemungkinan penyebab lain seperti:

  • Gangguan pada otot yang menekan usus besar Anda.
  • Penyakit hormon seperti diabetes atau kelenjar tiroid yang terlalu atau kurang aktif.
  • Penyakit yang memengaruhi saraf di sekitar usus besar atau dubur, termasuk multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, dan cedera tulang belakang.
  • Masalah usus besar. Tumor dan hal-hal lain yang menghalangi usus besar atau dubur dalam mengeluarkan kotoran.
Penyakit

Stroke merupakan kondisi otak yang mengalami rusak sebagian. Serupa serangan jantung, stroke dapat digambarkan sebagai otak yang tidak mendapatkan suplai oksigen pada bagian tertentunya. Bagaimana dampaknya bagi tubuh? Berikut ini ulasannya.

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Stroke bisa dijabarkan dengan penjelasan yang sama dengan serangan jantung, yaitu saat ada bagian otak yang tidak mendapat suplai oksigen. Semakin lama kondisi ketiadaan oksigen, semakin besar kerusakan yang stroke timbulkan.

Mengapa Otak Membutuhkan Oksigen?

Sel-sel dalam tubuh kita memerlukan oksigen sebagai sumber energi. Secara sederhana, jika tidak memperoleh oksigen, sel tubuh akan mati. Oksigen didapatkan dari darah yang mengalir di seluruh bagian tubuh.

Otak merupakan pusat kegiatan tubuh. Semua yang tubuh lakukan, mulai dari berpikir, berbicara, merasakan, sampai bernyanyi, berasal dari perintah otak. Sel-sel di otak membutuhkan oksigen untuk melakukan semua aktivitas tersebut. Bahkan, tingkat kebutuhannya sangat besar. Meski hanya bagian kecil dari keseluruhan tubuh, otak memerlukan 20 persen dari semua oksigen yang beredar di tubuh. Berbeda dari sejumlah organ lain, otak tidak dapat menyimpan oksigen. Jadi, butuh asupan oksigen yang konstan dari darah untuk dapat bertahan hidup. Hanya diperlukan 3-4 menit tanpa oksigen, untuk mematikan sel-sel otak.

Itulah yang terjadi saat stroke menyerang. Setiap menit berlalu tanpa oksigen, sekitar 2 juta sel otak mati. Semakin lama otak tidak mendapat oksigen, semakin besar pula kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Setelah sepuluh menit, kerusakan memasuki tingkat parah.

Bagaimana Stroke Memutus Aliran Oksigen ke Otak?

Terdapat dua jenis stroke:

  • Iskemik (ischemic), yaitu terjadinya penyumbatan di pembuluh darah arteri menuju otak. Akibatnya, oksigen tidak bisa mencapai otak. Iskemik merupakan kasus stroke yang paling banyak terjadi.
  • Hemorragik (hemorraghic), yaitu terjadinya pembuluh darah yang pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal, serta darah merembes ke suatu daerah di otak dan merusaknya. Kondisi ini sering juga disebut pendarahan otak. Kasus hemoragik tidaklah sebanyak iskemik stroke.

Apa yang Terjadi Saat Stroke Iskemik?

Terdapat dua cara stroke iskemik menghalangi aliran darah ke otak.

  • Iskemik subtipe embolik, yaitu terbentuknya penggumpalan darah di organ tubuh, biasanya jantung. Gumpalan itu kemudian terhanyut di aliran darah. Selain gumpalan darah, stroke embolik juga bisa disebabkan plak, yang terbentuk akibat penumpukan kolesterol, lemak, dan zat lain di pembuluh darah arteri–pecah dan terhanyut di aliran darah. Gumpalan dan serpihan plak itu tersangkut di pembuluh darah otak yang halus dan menyebabkan penyumbatan. Begitu tersumbat, aliran darah ke otak terhenti.
  • Iskemik subtipe trombotik, juga terjadi akibat gumpalan darah di otak. Bedanya, gumpalan ini membentuk penyumbatan di salah satu arteri yang mengalirkan darah ke otak. Sel-sel itu langsung mati begitu aliran darah terputus.

Apa yang Terjadi Saat Stroke Hemorragik?

Terdapat dua cara stroke hemoragik menghalangi darah ke otak.

  • Hemoragik subtipe intracerebral, yaitu kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah atau merembes, dan menghalangi oksigen masuk otak. Situasi ini memiliki dampak kerusakan tambahan. Berbeda dari bagian lain tubuh yang lentur, seperti rongga perut, tengkorak bersifat kaku. Ketika rembesan darah semakin banyak, tekanan terhadap otak membesar dan dapat merusak otak. Kerusakan pun terjadi saat rembesan menyebar dan menutupi sel-sel otak. Akibatnya, pesan dari otak tidak dapat tersampaikan, sehingga pasien kehilangan kemampuan berbicara, bergerak, mengingat, dan lainnya.
  • Hemorragik subtipe subarachnoid, yaitu kondisi ketika pembuluh darah sekitar otak pecah atau merembes. Rembesannya menyebar di otak dan jaringan tisu di sekitarnya (subarachnoid). Seperti pada subtipe intracerebral, sel otak rusak akibat kekurangan oksigen dan terkena tekanan. Semakin banyak darah, artinya semakin banyak tekanan dan semakin merusak.

Efek Stroke

Efek kerusakan pada pasien stroke berbeda-beda. Sisi otak mengontrol bagian sebaliknya dari tubuh. Jadi, stroke yang menyerang otak kiri membuat gangguan di tubuh sebelah kanan, dan sebaliknya. Akibat stroke di otak kanan, pasien bisa mengalami masalah soal penilaian jarak dan mengambil sesuatu, serta kelumpuhan tubuh sebelah kiri. Stoke pada otak kiri membuat pasien kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan, serta lumpuh pada tubuh sebelah kanan.

Penyakit

Bagi beberapa orang musim hujan dan flu seperti satu paket yang tak bisa dipisahkan. Meski begitu, dengan melakukan beberapa pencegahan, keluarga Anda bisa terbebas dari masalah batuk dan flu. Simak langkah-langkah mencegah batuk dan flu untuk seluruh anggota keluarga berikut ini!

Terapkan Teknik Mencuci Tangan Secara Benar

Agar bisa terbebas dari kuman, Anda perlu menerapkan teknik mencuci tangan secara benar. Dengan membilasnya terlalu cepat, hal ini tak akan membunuh kuman secara maksimal. Luangkan waktu lebih lama dengan memberikan perhatian lebih pada punggung tangan, sela-sela di antara jari, serta kulit di bawah kuku Anda. Selain itu, jangan lupa untuk memakai sabun agar tangan benar-benar bebas dari kuman.

Istirahat Lebih Awal

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang istirahat cenderung lebih gampang terserang penyakit flu. Semakin sedikit waktu tidur yang Anda peroleh, semakin besar peluang Anda. Bagi orang dewasa, waktu tidur ideal adalah setidaknya 7 jam setiap malam. sementara untuk anak-anak usia sekolah membutuhkan waktu lebih lama, yakni 10 jam atau lebih.

Dapatkan Vaksin Flu

Salah satu pencegahan lain agar terhindar dari penyakit ini di saat musim hujan mulai mendera adalah mendapatkan vaksin flu. Semua anggota keluarga Anda yang berumur lebih dari enam bulan wajib mendapatkan vaksin ini setiap tahun. Sedangkan untuk bayi, mereka terlalu muda untuk memperoleh vaksin. Namun, bisa jadi masalah besar bila bayi Anda terkena flu. Untuk itulah, penting bagi pengasuhnya agar menerima vaksinasi secara berkala.

Konsumsi Makanan Seimbang dan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat dengan buah dan sayur-sayuran segar bisa mencegah pilek dan flu. Sebab, makanan sehat bisa membuat kekebalan tubuh setiap anggota keluarga tetap terjaga. Untuk menghindari agar tidak terserang virus pilek dan flu, carilah makanan yang kaya akan kandungan vitamin A, C, E serta protein.

Utamakan Diet Sehat Ketimbang Suplemen

Ada beberapa produk suplemen yang mengklaim bahwa mereka dapat membantu meningkatkan pertahanan tubuh dengan mengonsumsinya dalam dosis yang besar.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tak akan menghentikan Anda terserang virus pilek. Sebaliknya, diet sehat merupakan solusi terbaik yang bisa Anda andalkan untuk menjaga sistem imun tubuh.

Hilangkan Kebiasaan Buruk

Memegang hidung, menggigit kuku, ataupun menggosok mata adalah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan untuk mencegah pilek dan flu. Pasalnya, tindakan tersebut akan memudahkan kuman untuk masuk ke tubuh Anda. Jangan lupa, ingatkan pula anak-anak untuk menjaga tangan mereka agar tidak sembarangan memegang hidung, mulut dan mata.

Mendisinfeksi kuman di dalam rumah

Menjaga seluruh rumah agar tetap steril memang hal yang tidak mungkin. Walau begitu, Anda bisa melakukan langkah disinfeksi pada area yang mudah tersentuh tangan. Misalnya membersihkan gagang pintu, remot TV, lantai rumah, keyboard komputer, dan lain-lain.

Jangan Sembarangan Berbagi

Tentu saja berbagi merupakan perbuatan yang baik. Walau begitu, Anda tak boleh sembarangan dalam berbagi barang-barang pribadi Anda. Ingatkan selalu kepada anak-anak untuk tidak meminjamkan ponsel, lip gloss, ataupun sedotan. Pasalnya, barang-barang tersebut tak bisa didisinfeksikan dan bisa menjadi cara penularan virus.

Penyakit