Seluk Beluk Kulit Melepuh Karena Uap Panas

Kulit melepuh adalah terbentuknya kantong kulit berisi cairan

Luka bakar merupakan sebuah cidera yang disebabkan oleh panas, gesekan, zat kimia, radiasi, dan listrik. Meskipun tidak parah, uap panas dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Penelitian pada kulit babi yang dilakukan oleh Laboratorium Federal untuk Ilmu dan Teknologi Material Swiss bahwa uap dapat menyerap ke dalam lapisan luar kulit dan menyebabkan luka bakar parah pada lapisan bawah. Meskipun lapisan luar tidak terlihat rusak , ada kemungkinan lapisan bawah melepuh. Tingkat keparahan luka bakar akibat uap panas tergantung oleh suhu cairan atau uap panas, lama kulit melakukan kontak langsung dengan cairan dan uap panas, luas daerah yang melepuh, dan lokasi luka. Luka bakar dapat diklasifikasikan ke dalam tingkat 1, 2, dan 3 tergantung pada tingkat keparahan jaringan luka. 

Kelompok yang rentan menderita luka bakar atau kulit melepuh

Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan menderita kulit melepuh akibat uap panas, untuk kemudian diikuti oleh orang tua dan mereka yang berkebutuhan khusus. 

  • Anak-anak

Setiap harinya, ada sekitar 300 anak-anak berumur kurang dari 19 tahun dirawat di ruang kegawatdaruratan akibat cidera yang berhubungan dengan luka bakar. Meskipun mereka yang lebih tua biasanya terluka akibat kontak langsung dengan api, anak yang lebih muda rentan menderita kulit melepuh akibat air atau uap panas. Menurut Lembaga Luka Bakar Amerika, pada tahun 2013 hingga 2017, kamar kegawatdaruratan perlu merawat sekitar lebih dari 375 ribu cidera luka bakar yang disebabkan karena produk-produk rumah tangga. Dari angka tersebut, sekitar 21 persen korban adalah anak di bawah usia 4 tahun. 

Kebanyakan dari anak tersebut rentan menderita cidera akibat luka bakar karena tingkah laku atau karakter mereka sebagai anak-anak yang penuh rasa penasaran, pemahaman akan bahaya yang masih terbatas, dan kemampuan dalam bereaksi setelah kontak langsung dengan uap dan air panas yang terbatas. Anak-anak juga memiliki kulit yang tipis, sehingga paparan terhadap uap atau air panas, meskipun tidak lama, dapat menyebabkan kulit melepuh yang parah. 

  • Orang tua

Sama seperti anak-anak, orang tua memiliki kulit yang lebih tipis sehingga mudah mendapatkan kulit melepuh akibat uap panas. Beberapa orang tua memiliki risiko lebih tinggi cidera akibat uap panas apabila mereka memiliki kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan yang mengurangi kemampuan mereka dalam merasakan panas, sehingga mereka tidak memiliki refleks yang cepat saat terpapar uap atau air panas; dan kondisi tertentu yang membuat mereka mudah jatuh saat membawa air panas atau berada di dekat peralatan-peralatan yang mengeluarkan panas. 

  • Orang-orang berkebutuhan khusus

Orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus mungkin memiliki beberapa kondisi kesehatan yang membuat mereka berisiko tinggi menderita kulit melepuh ketika memindahkan benda-benda panas, seperti mereka yang memiliki gangguan dalam bergerak, memiliki gerakan yang lambat, lemah otot, dan refleks yang lebih lambat. Perubahan-perubahan pada kesadaran seseorang dan gangguan ingatan dapat membuat mengenali hal-hal berbahaya sulit untuk dilakukan. 

Luka bakar akibat uap atau air panas dapat menyebabkan kulit melepuh. Kulit melepuh merupakan cidera rumah tangga yang umum dijumpai. Yang paling rentan menderita cidera ini adalah anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki gangguan medis atau kebutuhan khusus tertentu. Sama seperti cidera lain, kulit melepuh jangan dianggap sebagai cidera yang ringan. Lakukan perawatan pertama sesegera mungkin apabila Anda atau keluarga menderita cidera ini.

Kesehatan Kulit

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki segudang manfaat bagi tubuhmu. Namun, minyak jahe sendiri telah digunakan selama berabad-abad untuk menyembuhkan penyakit seperti gejala flu, batuk, dan sakit tenggorokan.

Selain baik untuk tubuh bagian dalam, rupanya jahe, khususnya dalam formula minyak memiliki manfaat yang baik bagi kulit. Seperti dilansir dari Boldsky, jahe menjadi bahan yang cukup ampuh untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.

1. Merawat kulit berjerawat

Minyak jahe bisa membantu Anda untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Minyak jahe memiliki kandungan antiseptik yang kuat jika masuk ke dalam kulit. Selain membunuh, minyak jahe juga efektif menangkal bakteri kembali masuk ke kulit. Cukup aplikasikan minyak jahe ini di area yang berjerawat.

2. Mengobati bekas luka

Minyak jahe juga memiliki sifat antioksidan yang membantu mengurangi munculnya bekas luka. Dengan begitu, warna kulit Anda tetap merata meski sehabis terkena luka.

3. Meremajakan kulit

Antioksidan yang dimiliki oleh minyak jahe rupanya juga efektif untuk menangkal kulit dari kerusakan radikal babas dan melindungi kulit dari tanda penuaan. Anda bisa mengonsumsi atau menggunakannya secara topikal. Ini juga akan membantu menjaga elastisitas kulit.

4. Mengobati kulit terbakar

Minyak jahe mengandung nutrisi yang berguna mengurangi efek kerusakan akibat paparan sinar matahari. Ini juga akan membantu mengembalikan warna alami kulit dan memberikan kulit yang cantik dan sempurna.

5. Kulit cerah

Seiring bertambahnya usia, kulit Anda akan cenderung kekurangan elastisitas. Untuk mendapatkan kembalinya kecerahan pada kulit, gunakan minyak jahe.

6. Awet muda

Minyak jahe cukup ampuh menunda tanda-tanda penuaan dan membantu kulit terlihat segar. Dengan begitu, Anda akan terlihat lebih muda dari yang seharusnya.

Selain itu, minyak jahe juga memiliki beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh tubuhmu, di antaranya ialah:

Anti Nyeri

Salah satu manfaat terbesar adanya minyak jahe adalah bisa digunakan untuk meredam munculnya nyeri otot di persendian. Minyak jahe bisa digunakan untuk menenangkan otot yang tengah sakit atau persendian yang sedang nyeri. Dengan menggunakan ekstrak jahe adalah cara alami dalam mengatasi nyeri otot dan persendian karena bisa melawan peradangan.

Kesehatan Pencernaan

Manfaat selanjutnya yang diberikan jahe sebagai minyak adalah mampu digunakan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Selain itu, bahan ini juga bisa meringankan kasus keracunan makanan. Dalam mendapatkan hasil maksimal, jahe dalam bentuk ekstrak bisa dicampur dengan minyak zaitun ketika penggunaannya.

Meredakan Rasa Mual

Minyak ini mampu digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, seeprti mual yang kerap dialami banyak orang karena alasan tertentu. Mulai dari mual dalam masa kehamilan, kemudian ketika dalam perjalanan atau motion sickness serta pasca melakukan operasi. Manfaat yang dimiliki minyak berbahan jahe juga diungkap dalam sebuah penelitian.

Hasil sebuah penelitan menyebutkan bahwa minyak dari jahe mampu membantu menangani gejala mual setelah seseorang melakukan operasi. Sementara itu, tingkat mual pada seseorang atau pasien yang menggunakan minyak jenis ini diketahui lebih rendah ketimbang mereka yang hanya menggunakan plasebo.

Mengatasi Migrain

Manfaat minyak jahe selanjutnya untuk kesehatan tubuh seseorang adalah meredakan sakit kepala mirgain. Cara yang dilakukan juga cukup mudah, yakni dengan memijat bagian dahi, pelipis dan bagian belakang leher dengan minyak yang sudah dilarutkan dengan carrier oil, lakukan secara rutin satu hingga dua kali sehari.

Demikian manfaat minyak jahe yang perlu diketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Kesehatan Kulit

Orang memiliki pandangan berbeda tentang masturbasi. Sebagian menganggap hal tersebut tidak baik, sebagian menganggap masturbasi normal dilakukan. Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang dilakukan oleh diri sendiri untuk memperoleh rangsangan.

Aktivitas tersebut sebetulnya memang normal saja untuk dilakukan. Baik bagi laki-laki, maupun perempuan. Meski demikian, ada risiki atau bahaya masturbasi yang diam-diam mengintai Anda.

Bahaya masturbasi yang perlu diwaspadai

Untuk aktivitas apa pun, kuncinya adalah hindari melakukan segala sesuatu secara berlebihan, termasuk masturbasi. Sebab jika dilakukan berlebihan, ada risiko yang mungkin timbul.

Memang belum ada ketentuan pasti terkait jumlah masturbasi yang aman dan sehat. Hal tersebut sangat tergantung pada kondisi fisik dan mental seseorang. Faktor yang perlu diperhatikan, antara lain asupan nutrisi sehari-hari, kanduang air di dalam tubuh, kondisi kesehatan orang tersebut saat melakukan masturbasi, dan lain sebagainya.

Berikut ini beberapa bahaya masturbasi yang mungkin terjadi apabila aktivitas ini dilakukan berlebihan.

1. Infeksi dan iritasi

Kadang beberapa orang melakukan masturbasi menggunakan alat bantu seks. Perlu diingat, kebersihan alat bantu seks yang digunakan harus diperhatikan dengan baik. Sebab penggunaan alat bantu seks yang tidak bersih dapat berpotensi menimbulkan infeksi.

Selain karena alat bantu seks, terlalu sering melakukan masturbasi atau melakukan masturbasi secara agresif, juga dapat memicu terjadinya infeksi. Ketika terjadi infeksi, alat kelamin akan terasa gatal, panas, bahkan mengalami pembengkakan. Jika sudah demikian, tentu Anda membutuhkan pertolongan tenaga medis untuk mengatasinya.

Tak hanya infeksi, kulit di area alat kelamin juga cenderung lebih lembut dan tipis dibanding bagian tubuh lainnya. Sehingga aktivitas masturbasi berlebihan atau terlalu agresif juga dapat memicu iritasi. Bila Anda melakukan masturbasi dengan bantuan tangan, iritasi tak hanya dapat terjadi pada alat kelamin, tetapi juga pada tangan Anda.

Mungkin Anda akan berpikir, menggunakan pelumas dapat membantu Anda menghindari bahaya masturbasi tersebut. Sebab pelumas dapat mengurangi gesekan, sehingga memperkecil potensi iritasi. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya benar pula. Mungkin pelumas dapat menolong Anda terhindar dari iritasi, tapi Anda perlu memperhatikan kandungannya, sebab sebagian orang memiliki alergi terhadap bahan yang ada di dalam pelumas.

2. Adiksi

Ternyata bukan hanya narkotika atau psikotropika yang dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan. Masturbasi pun dapat menimbulkan adiksi.

Belum diketahui secara pasti mengapa masturbasi dapat menimbulkan kecanduan. Namun kemungkinan besar karena saat melakukan masturbasi, tubuh kita akan mengeluarkan endorfin.

Endorfin akan mengaktifkan reseptor opiat atau morfin di otak. Oleh sebab itu, hormon endorfin kadang disebut juga sebagai morfin endogen, zat menyerupai morfin yang dikeluarkan secara alami oleh tubuh. Dampaknya, orang akan merasa euforia, senang, serta ada efek menenangkan.

Diduga hal inilah yang membuat seseorang akhirnya adiksi atau kecanduan masturbasi.  Dan seperti adiksi terhadap narkotika, adiksi terhadap masturbasi juga dapat membuat seseorang mengabaikan lingkungan sekitar. Meninggalkan sekolah atau pekerjaan, dan lebih memilih melakukan masturbasi. Jika dibiarkan, bahaya masturbasi yang satu ini memang akan berdampak sangat fatal.

3. Disfungsi seksual

Tahukah Anda bahwa bentuk masturbasi tertentu dapat menyebabkan disfungsi seksual? Sebagai contoh, seorang pria yang merangsang dirinya dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan oleh pasangannya, dapat menyebabkan ejakulasi tertunda.

Akibatnya, orang tersebut akan sulit atau tidak bisa sama sekali mencapai klimaks. Maka, perlu diperhatikan, saat melakukan masturbasi sebaiknya lakukan gerakan yang menyerupai stimulasi yang dilakukan oleh pasangan.

Sampai saat ini, bahaya masturbasi yang mungkin timbul memang masih diperdebatkan. Namun, tidak ada salahnya bila Anda berusaha mengontrol jumlah aktivitas masturbasi yang dilakukan agar tidak menjadi berlebihan.

Kesehatan Kulit, Penyakit