Kamar Berantakan, Pertanda Anda Depresi?

Sebagian orang mungkin menganggap kamar berantakan adalah hal yang biasa, namun pada sebagian orang lagi hal tersebut amatlah mengganggu. Kamar berantakan bisa terjadi pada remaja ataupun orangtua yang memiliki anak kecil.

kamar berantakan

Tapi tahukan Anda, bahwa kamar yang berantakan bisa menjadi pertanda Anda memiliki gangguan kesehatan mental, depresi misalnya. Depresi adalah penyakit medis yang umum dan serius yang berdampak negatif pada perasaan, cara berpikir, serta Tindakan Anda.

Depresi dapat menyebabkan perasaan sediih atau kehilangan minat pada aktivitas yang pernah diinikmati. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik yang dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk berfungsi di tempat kerja atau rumah.

Depresi dan hadir dengan berbagai gejala, salah satunya memiliki kamar yang selalu berantakan. Berikut beberapa gejala depresi yang bervariasi dari ringan hingga berat bisa menyebabkan kamar mereka berantakan dan beberapa hal lainnya.

  • Kelelahan yang terus menerus menjadi tanda awal dari depresi. Gejala ini membuat seseorang tidak memiliki energi atau motivasi untuk membersihkan kamar mereka. 
  • Seseorang yang depresi sering kali menghindari situasi sosial. Itu artinya mereka lebih sering menghabiskan waktu di kamar mereka dan justru malah menyebabkan makin kacau.
  • Rasa putus asa dan sedih sering kali muncul bersamaan dengan depresi. Akibatnya, seseorang tersebut mungkin merasa tidak ada alas an untuk membuat kamarnya menjadi lebih rapi.
  • Gejala fisik yang biasanya muncul karena depresi adalah sakit dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan pada kepala dan perut. Seseorang yang menderita masalah ini biasanya cenderung tidak memprioritaskan kamar yang bersih.
  • Sulit berkonsentrasi adalah gejala lain dari depresi. Kurangnya fokus ini dapat membuat seseorang sulit untuk mengerjakan sesuatu, termasuk membersihkan kamarnya.
  • perasaan gagal dan kritik diri sendiri pun terjadi pada orang yang depresi. Alhasil, mereka menganggap bahwa mereka tidak pantas mendapatkan kamar yang bersih dan teratur. Tinggal di kamar berantakan mungkin merupakan cara alam bawah sadar untuk menghukum diri sendiri.
  • Makan berlebihan dan kebiasaan makan yang terganggu sering kali menyertai depresi. Jika seseorang mengurung diri di dalam kamar dan ngemil di malam hari atau sepanjang hari, bisa jadi mereka depresi dan kondisi tersebut akan membuat mereka semakin kacau.
  • Kesulitan tidur atau terlalu banyak tidur.
  • Merasa tidak berharga atau bersalah.
  • Kehilangan energi atau peningkatan kelelahan.
  • Berpikiran tentang kematian atau bunuh diri.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekacauan berkaitan dengan kecemasan dan dapat membuat orang merasa tertekan. Hal ini sama dengan kondisi kamar berantakan. Ruangan yang berantakan juga dapat menimbulkan stres dan emosi negatif lainnya.

Kamar berantakan tanda depresi

Jika Anda biasanya termasuk orang yang rapi dan teratur, lalu tiba-tiba Anda menjadi tidak peduli dengan ruangan yang berantakan bisa jadi hal tersebut merupakan suatu tanda bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam hidup.

Misalnya saja kondisi tersebut karena depresi. Orang yang depresi sering kali merasa terlalu Lelah ataupun putus asa untuk melakukan kegiatan atau tugas rumah tangga. Depresi tersebut pun membuat Anda sulit untuk tetap fokus dan memiliki energi untuk membereskan kamar berantakan.

Banyak orang yang berjuang untuk mengahdpai depresi yang mereka alami, di mulai dari membersihkan kamar berantakan. Jadi, mulailah dari hal kecil tersebut untuk membuat keadaan lebih baik. Jika lingkungan Anda baik, rapi dan enak dilihat, maka depresi yang Anda alami pun sedikit demi sekidit akan mereda.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengubah kondisi yang suah kacau, namun mulailah untuk memotivasi diri sendiri. Depresi adalah penyakit yang nyata dan membutuhkan bantuan orang lain.  Dengan diagnosis yang tepat, Sebagian penderita depresi akan bisa mengatasinya. Jadi, ada baiknya untuk menemui dokter atau psikiater untuk membantu Anda.

Hidup Sehat
Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*