Abdominal migraine adalah suatu kondisi sakit perut yang diiringi dengan gejala sakit kepala migrain. Kondisi ini sangat tidak nyaman bagi penderitanya, karena dapat menyebabkan mual, kram perut, dan muntah-muntah. Abdominal migrain sering disebut juga dengan migrain perut. 

Penyebab abdominal migraine

Penyebab migrain perut tidak diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini dipicu akibat perubahan senyawa kimia yang diproduksi di dalam tubuh, yaitu histamin dan serotonin. Para ahli berpendapat bahwa rasa kesal atau khawatir seseorang dapat memicu terjadinya abdominal migraine

Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat meningkat risiko Anda terserang migrain perut, yaitu coklat, makanan dengan monosodium glutamat (MSG), dan daging olahan dengan nitrit. Selain itu, menelan banyak udara juga dapat memicu gejala migrain perut, karena dapat menyebabkan perut kembung dan sulit untuk makan.

Gejala umum

Umumnya, abdominal migraine dialami oleh anak-anak. Jika anak Anda terserang penyakit ini, mereka mungkin akan merasakan sakit di bagian tengah tubuh atau di sekitar pusar. Oleh dokter, gejala ini disebut juga dengan nyeri perut garis tengah. Gejala umum lainnya, termasuk:

  • Mengalami mual atau muntah.
  • Tubuh jadi pucat atau memerah.
  • Mudah menguap, mengantuk, atau tubuh tidak berenergi.
  • Kehilangan nafsu makan atau kesulitan untuk makan.
  • Bagian bawah mata berwarna gelap.

Migrain perut sering kali terjadi secara tiba-tiba dan cukup parah. Kondisi ini dapat menyerang Anda tanpa adanya tanda atau peringatan tertentu. Jika sudah muncul gejala, rasa sakitnya baru dapat hilang setelah satu jam, bahkan bisa berlangsung hingga 3 hari.

Pengobatan yang dapat diberikan

Umumnya, dokter akan memberikan beberapa pengobatan saat abdominal migraine ini kambuh. Namun, dokter biasanya tidak meresepkan obat, kecuali jika gejala yang muncul sangat parah atau sering terjadi. Obat-obatan yang diberikan berupa Ibuprofen atau acetaminophen yang dapat menghentikan serangan jika diberikan dengan cukup dan cepat. 

Jika dengan obat itu tidak berhasil dan usia anak di atas 5 tahun, maka dokter dapat merekomendasikan triptan, seperti rizatriptan (Maxalt) dan zolmitriptan (Zomig) dalam bentuk tablet yang larut di dalam mulut. Selain itu, ada pula obat sumatriptan (semprotan hidung imitrex, serbuk hidung onzetra xsail, tosymra nasal spray) dan zolmitriptan (zomig nasal spray) yang tersedia dalam bentuk semprot hidung.

Cara mencegah abdominal migraine

Jika abdominal migraine sering kambuh, maka konsultasikanlah dengan dokter langkah terbaik untuk meminimalisir kekambuhannya. Biasanya, dengan bantuan orang tua dan dokter, anak-anak yang menderita migrain perut mungkin dapat diketahui faktor pemicunya. 

Anda dapat membuat catatan harian, terkait dengan tanggal dan waktu anak mengalami migrain perut, makanan apa dimakan sebelum penyakit kambuh, apa yang dilakukan sebelum muncul gejala, obat yang dikonsumsi baru-baru ini, dan kondisi tertentu yang mungkin dialami oleh si Kecil, seperti stres atau cemas. 

Jika memang makanan tertentu sebagai pemicunya, Anda mungkin dapat lebih mengawasi anak agar tidak mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan. Jika anak sedang dalam keadaan stres atau cemas, cobalah meminta anak menceritakannya kepada Anda dan membantu si Kecil, agar lebih merasa tenang.

Beberapa obat yang dapat mengurangi risiko kekambuhan abdominal migraine adalah:

  • Cyproheptadine, yaitu obat antihistamin yang dapat membantu masalah perut.
  • Propranolol (Inderal), adalah sejenis obat jantung yang disebut beta-blocker.
  • Asam valproat (Depakene dan Depakote), yaitu obat kejang dan gangguan bipolar.

Namun ingat, konsumsilah obat tersebut sesuai dengan arahan dari dokter. Anak-anak yang mengalami abdominal migraine harus mengonsumsi makanan bergizi dan tinggi serat. Selain itu, melakukan kebiasaan hidup yang sehat, seperti olahraga teratur, cukup tidur, serta melatih cara mengelola emosi dan mengatasi masalah, juga dapat membantu mencegah kekambuhan penyakit ini.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*