Orang memiliki pandangan berbeda tentang masturbasi. Sebagian menganggap hal tersebut tidak baik, sebagian menganggap masturbasi normal dilakukan. Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang dilakukan oleh diri sendiri untuk memperoleh rangsangan.

Aktivitas tersebut sebetulnya memang normal saja untuk dilakukan. Baik bagi laki-laki, maupun perempuan. Meski demikian, ada risiki atau bahaya masturbasi yang diam-diam mengintai Anda.

Bahaya masturbasi yang perlu diwaspadai

Untuk aktivitas apa pun, kuncinya adalah hindari melakukan segala sesuatu secara berlebihan, termasuk masturbasi. Sebab jika dilakukan berlebihan, ada risiko yang mungkin timbul.

Memang belum ada ketentuan pasti terkait jumlah masturbasi yang aman dan sehat. Hal tersebut sangat tergantung pada kondisi fisik dan mental seseorang. Faktor yang perlu diperhatikan, antara lain asupan nutrisi sehari-hari, kanduang air di dalam tubuh, kondisi kesehatan orang tersebut saat melakukan masturbasi, dan lain sebagainya.

Berikut ini beberapa bahaya masturbasi yang mungkin terjadi apabila aktivitas ini dilakukan berlebihan.

1. Infeksi dan iritasi

Kadang beberapa orang melakukan masturbasi menggunakan alat bantu seks. Perlu diingat, kebersihan alat bantu seks yang digunakan harus diperhatikan dengan baik. Sebab penggunaan alat bantu seks yang tidak bersih dapat berpotensi menimbulkan infeksi.

Selain karena alat bantu seks, terlalu sering melakukan masturbasi atau melakukan masturbasi secara agresif, juga dapat memicu terjadinya infeksi. Ketika terjadi infeksi, alat kelamin akan terasa gatal, panas, bahkan mengalami pembengkakan. Jika sudah demikian, tentu Anda membutuhkan pertolongan tenaga medis untuk mengatasinya.

Tak hanya infeksi, kulit di area alat kelamin juga cenderung lebih lembut dan tipis dibanding bagian tubuh lainnya. Sehingga aktivitas masturbasi berlebihan atau terlalu agresif juga dapat memicu iritasi. Bila Anda melakukan masturbasi dengan bantuan tangan, iritasi tak hanya dapat terjadi pada alat kelamin, tetapi juga pada tangan Anda.

Mungkin Anda akan berpikir, menggunakan pelumas dapat membantu Anda menghindari bahaya masturbasi tersebut. Sebab pelumas dapat mengurangi gesekan, sehingga memperkecil potensi iritasi. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya benar pula. Mungkin pelumas dapat menolong Anda terhindar dari iritasi, tapi Anda perlu memperhatikan kandungannya, sebab sebagian orang memiliki alergi terhadap bahan yang ada di dalam pelumas.

2. Adiksi

Ternyata bukan hanya narkotika atau psikotropika yang dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan. Masturbasi pun dapat menimbulkan adiksi.

Belum diketahui secara pasti mengapa masturbasi dapat menimbulkan kecanduan. Namun kemungkinan besar karena saat melakukan masturbasi, tubuh kita akan mengeluarkan endorfin.

Endorfin akan mengaktifkan reseptor opiat atau morfin di otak. Oleh sebab itu, hormon endorfin kadang disebut juga sebagai morfin endogen, zat menyerupai morfin yang dikeluarkan secara alami oleh tubuh. Dampaknya, orang akan merasa euforia, senang, serta ada efek menenangkan.

Diduga hal inilah yang membuat seseorang akhirnya adiksi atau kecanduan masturbasi.  Dan seperti adiksi terhadap narkotika, adiksi terhadap masturbasi juga dapat membuat seseorang mengabaikan lingkungan sekitar. Meninggalkan sekolah atau pekerjaan, dan lebih memilih melakukan masturbasi. Jika dibiarkan, bahaya masturbasi yang satu ini memang akan berdampak sangat fatal.

3. Disfungsi seksual

Tahukah Anda bahwa bentuk masturbasi tertentu dapat menyebabkan disfungsi seksual? Sebagai contoh, seorang pria yang merangsang dirinya dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan oleh pasangannya, dapat menyebabkan ejakulasi tertunda.

Akibatnya, orang tersebut akan sulit atau tidak bisa sama sekali mencapai klimaks. Maka, perlu diperhatikan, saat melakukan masturbasi sebaiknya lakukan gerakan yang menyerupai stimulasi yang dilakukan oleh pasangan.

Sampai saat ini, bahaya masturbasi yang mungkin timbul memang masih diperdebatkan. Namun, tidak ada salahnya bila Anda berusaha mengontrol jumlah aktivitas masturbasi yang dilakukan agar tidak menjadi berlebihan.

Kesehatan Kulit, Penyakit
Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*