Curigai Erotomania, Kenali Ciri-cirinya

Pernahkan Anda memiliki kenalan yang mudah merasa gede rasa dan melihat orang lain suka atau tertarik padanya? Bahkan, bisa saja kenalan tersebut merasa orang-orang yang mencintainya termasuk para pesohor yang sangat sulit dijangkau sebenarnya. Atau bukan kenalan, Anda sendiri pernah merasa bahwa orang lain mencintai Anda dengan begitu sangat tanpa sebab yang jelas? Berhati-hatilah sebab bisa jadi Anda tengah mengalami erotomania!

Erotomania termasuk jenis gangguan jiwa di mana penderitanya merasa yakin bahwa seseorang sedang mencintainya dengan sungguh-sungguh. Dalam dunia psikologi, erotomania merupakan tanda adanya delusi pada diri penderita. Sindrom ini tidak sekadar Anda merasa “kegeeran” karena merasa dicintai oleh orang-orang yang mungkin tidak Anda kenal atau para pesohor, nyatanya erotomania merupakan alarm awal yang menandakan ada masalah gangguan jiwa yang lebih parah pada diri penderitanya. Pasalnya, penderita erotomania banyak didapati memiliki masalah yang mengarah ke bipolar, skizofrenia, bahkan demensia.

Karena itu, baiknya Anda segera mengambil langkah untuk menangani gangguan kejiwaan ini jika mengalaminya sendiri. Kenali tanda-tanda umum dari erotomania agar Anda bisa lebih cepat melakukan penanganan yang tepat.

  1. Terus Membicarakan Objek

Gejala erotomania yang paling umum dan kadang kala sangat sulit dideteksi adalah kebiasaan penderitanya membicarakan objek yang dianggap mencintainya. Penderita erotomania akan terbiasa menceritakan apa saja yang dilakukan objek tersebut, termasuk cerita-cerita khayal yang mengarah ke perilaku objek tersebut untuk mendapatkan cintanya. Tak jarang apa yang diceritakan penderita sindrom delusi cinta ini kerap berulang dari waktu ke waktu karena sebenarnya, hal yang ia tahu mengenai sang objek masih sangat terbatas.

  • Mudah Beralih Topik

Apakah Anda termasuk orang yang sangat mudah mengalihkan topik dari pembicaraan komunal? Apapun yang sedang dibicarakan, tiba-tiba bisa Anda pinggirkan hanya untuk mengaitkannya dengan objek yang dianggap mencintai And. Waspadalah, mudah mengalihkan topik dan selalu mengaitkan cerita yang ada ke objek yang dianggap mencintai merupakan tanda-tanda yang kerap menggelayuti para penderita erotomania.

  • “Meneror” untuk Komunikasi

Penderita erotomania memiliki obsesi untuk bisa berkomunikasi intens dengan objek yang dianggap sangat mencintainya. Umumnya ketika penderita mengenal objek, ia akan selalu berusaha menghubunginya melalui telepon atau pesan instan. Bahkan ketika sang objek mengabaikan upaya komunikasi tersebut, penderita erotomania tidak menyerah dan akan terus berupaya menghubungi sehingga terkesan seperti teror. Ketika objek yang dianggap mencintai tersebut adalah pesohor, penderita erotomania sangat mungkin berupaya menjalin komunikasi dengan mengirim surat elektronik ataupun mendatangi tiap kegiatan sang objek guna bisa sekadar menyapa.

  • Merasa Diuntit

Orang-orang yang menderita erotomania akan memiliki delusi bahwa objek yang mencintainya akan selalu mengejar-ngejarnya. Ia bahkan bisa membuat drama di mana merasa terus diuntit oleh sang objek yang penasaran dengan dirinya. Drama tersebut membuat kehidupan erotomania menjadi sulit karena merasa terganggu dengan khayalan perilaku objek yang terus berusaha membuntutinya di berbagai kegiatan. Sampai-sampai, ia akan merasa takut beraktivitas karena terus merasa diuntit.

  • Malas Beraktivitas

Layaknya orang yang sedang jatuh cinta, ketidakhadiran sosok pasangan di samping akan memuat semangat hidup mengendur. Itu pula yang dialami oleh para penderita erotomania sampai akhirnya mereka malas untuk beraktivitas, kecuali hanya untuk bercerita tentang objek yang dicintainya. Masalahnya, kegalauan mereka akan kehadiran pasangan guna memberi semangat hidup hampir mustahil terjadi karena sebenarnya, objek yang disangka mencintainya tersebut tidaklah memiliki rasa tersebut.

***

Berbagai gejala erotomania memang terkesan tidak membahayakan. Namun jika dibiarkan, perbuatan-perbuatan ekstrem bisa sangat dilakukan oleh penderita erotomania. Karena itu, ketika mendapati gejala ini pada diri sendiri ataupun pada kerabat Anda, cobalah segera berkonsultasi ke psikolog guna memperoleh penanganan yang benar.

Kesehatan Mental

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*