Susah buang air besar? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Sembelit merupakan kondisi yang kerap terjadi, bahkan ada dari mereka yang buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu. Kalaupun rasa sakit perut muncul, mereka cenderung sulit buang air besar karena kotoran yang terlalu padat dan keras.

Di sisi lain, terkadang, kelainan medis seperti sindrom iritasi usus dapat menjadi penyebab terjadinya sembelit. Masalah-masalah itu seringkali membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dari dokter. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, penyebab sembelit bukanlah hal yang serius dan bersifat jangka pendek serta mudah untuk dipulihkan. Untuk mengetahui apa yang telah menyebabkan Anda sembelit, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Apakah Anda Sudah Cukup Mengonsumsi Makanan Berserat?

Kerja organ-organ pencernaan, seperti usus, akan dimudahkan dengan asupan makanan berserat. Asupan inilah yang berperan besar dalam membuat kerja usus menjadi lebih teratur. Makanan berserat ini dapat berupa buah dan sayuran setiap harinya. Meskipun gaya makan masa kini identik dengan asupan daging dan olahan cepat saji lainnya, pastikan untuk tidak melewatkan buah dan sayuran berserat dalam kombinasinya.

Bagaimana Kebutuhan Cairan Tubuh Anda?

Untuk dapat mengeluarkan sisa makanan dan kotoran melalui usus dengan lancar, Anda harus memperbanyak asupan air putih. Jika tubuh Anda kekurangan asupan air, kandungan air dari kotoran akan diserap kembali sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Apakah Anda Aktif Bergerak?

Berolahraga dan melakukan latihan fisik akan membantu pergerakan usus Anda. Sebaliknya, jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk, akan timbul masalah-masalah di organ pencernaan yang berisiko menyebabkan sembelit.

Apakah Asupan Suplemen Anda yang Menjadi Masalahnya?

Suplemen zat besi atau kalsium dapat menyebabkan sembelit pada beberapa orang. Jika Anda mengonsumsi suplemen kalsium atau zat besi, berhati-hatilah dengan memperbanyak asupan serat, minum banyak air, dan pastikan tubuh tetap aktif. Jika itu tidak membantu, konsultasikan diri pada dokter untuk saran dan anjuran lain untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut tanpa suplemen, seperti dengan asupan makan tertentu.

Apakah Anda Sedang Stres?

Ketika sistem respons stres otak Anda sedang menyala, akan terjadi perubahan kerja pada tubuh Anda, khususnya sistem pencernaan. Sistem pencernaan ini akan menjadi sangat sensitif terhadap stres, dan sembelit dapat menjadi salah satu respons yang muncul. Jadi waspadalah saat pekerjaan atau kegiatan Anda mulai padat dan membuat tekanan pada diri Anda. Segera perbanyak asupan air dan makanan berserat untuk menjaga kerja organ pencernaan tetap baik.

Apakah Anda Sering Menahan Keinginan Buang Air?

Mungkin Anda terlalu sibuk untuk berhenti melakukan pekerjaan dan aktivitas setiap kali tubuh Anda memberi tanda untuk buang air besar. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan karena Anda tidak suka menggunakan toilet umum, kecuali toilet Anda sendiri di rumah. Sayangnya, kebiasaan ini ternyata berdampak buruk karena dapat membuat kotoran di usus besar Anda semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Apakah Anda Sedang Hamil?

Secara umum, wanita memiliki kecenderungan mengalami konstipasi lebih sering daripada pria. Hal ini terjadi khususnya selama masa kehamilan ketika perubahan hormon dapat dengan mudah mengganggu sistem pencernaan Anda. Ditambah lagi dengan adanya tekanan yang diberikan bayi yang sedang tumbuh pada saluran-saluran pencernaan Anda. Jadi, jangan heran jika Anda merasakan sulit buang air besar selama hamil dan bahkan setelah melahirkan.

Apakah Usia Mempengaruhi?

Keinginan untuk buang air besar akan meningkat seiring bertambahnya usia. Untuk itu, pastikan untuk selalu berolahraga, minum lebih banyak air, dan makan asupan serat lebih banyak.

Apakah Anda Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu?

Beberapa obat, seperti obat penghilang rasa sakit, suplemen zat besi, antidepresan, dan diuretik, dapat memberikan efek samping berupa sembelit. Selain itu, ada juga beberapa jenis obat-obatan untuk diabetes, penyakit Parkinson, serta obat perawatan tekanan darah. Bahkan, obat-obatan yang dijual bebas seperti antasid juga dapat menghambat kerja organ pencernaan, hingga menyebabkan sembelit.

Apakah Ada Kemungkinan Ini Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Meskipun jarang, konstipasi atau sembelit mungkin menjadi tanda adanya penyakit serius dalam tubuh Anda. Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Jika penyebab-penyebab di atas tidak Anda rasakan, mungkin dokter akan mencari tahu kemungkinan penyebab lain seperti:

  • Gangguan pada otot yang menekan usus besar Anda.
  • Penyakit hormon seperti diabetes atau kelenjar tiroid yang terlalu atau kurang aktif.
  • Penyakit yang memengaruhi saraf di sekitar usus besar atau dubur, termasuk multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, dan cedera tulang belakang.
  • Masalah usus besar. Tumor dan hal-hal lain yang menghalangi usus besar atau dubur dalam mengeluarkan kotoran.
Penyakit

Stroke merupakan kondisi otak yang mengalami rusak sebagian. Serupa serangan jantung, stroke dapat digambarkan sebagai otak yang tidak mendapatkan suplai oksigen pada bagian tertentunya. Bagaimana dampaknya bagi tubuh? Berikut ini ulasannya.

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Stroke bisa dijabarkan dengan penjelasan yang sama dengan serangan jantung, yaitu saat ada bagian otak yang tidak mendapat suplai oksigen. Semakin lama kondisi ketiadaan oksigen, semakin besar kerusakan yang stroke timbulkan.

Mengapa Otak Membutuhkan Oksigen?

Sel-sel dalam tubuh kita memerlukan oksigen sebagai sumber energi. Secara sederhana, jika tidak memperoleh oksigen, sel tubuh akan mati. Oksigen didapatkan dari darah yang mengalir di seluruh bagian tubuh.

Otak merupakan pusat kegiatan tubuh. Semua yang tubuh lakukan, mulai dari berpikir, berbicara, merasakan, sampai bernyanyi, berasal dari perintah otak. Sel-sel di otak membutuhkan oksigen untuk melakukan semua aktivitas tersebut. Bahkan, tingkat kebutuhannya sangat besar. Meski hanya bagian kecil dari keseluruhan tubuh, otak memerlukan 20 persen dari semua oksigen yang beredar di tubuh. Berbeda dari sejumlah organ lain, otak tidak dapat menyimpan oksigen. Jadi, butuh asupan oksigen yang konstan dari darah untuk dapat bertahan hidup. Hanya diperlukan 3-4 menit tanpa oksigen, untuk mematikan sel-sel otak.

Itulah yang terjadi saat stroke menyerang. Setiap menit berlalu tanpa oksigen, sekitar 2 juta sel otak mati. Semakin lama otak tidak mendapat oksigen, semakin besar pula kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Setelah sepuluh menit, kerusakan memasuki tingkat parah.

Bagaimana Stroke Memutus Aliran Oksigen ke Otak?

Terdapat dua jenis stroke:

  • Iskemik (ischemic), yaitu terjadinya penyumbatan di pembuluh darah arteri menuju otak. Akibatnya, oksigen tidak bisa mencapai otak. Iskemik merupakan kasus stroke yang paling banyak terjadi.
  • Hemorragik (hemorraghic), yaitu terjadinya pembuluh darah yang pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal, serta darah merembes ke suatu daerah di otak dan merusaknya. Kondisi ini sering juga disebut pendarahan otak. Kasus hemoragik tidaklah sebanyak iskemik stroke.

Apa yang Terjadi Saat Stroke Iskemik?

Terdapat dua cara stroke iskemik menghalangi aliran darah ke otak.

  • Iskemik subtipe embolik, yaitu terbentuknya penggumpalan darah di organ tubuh, biasanya jantung. Gumpalan itu kemudian terhanyut di aliran darah. Selain gumpalan darah, stroke embolik juga bisa disebabkan plak, yang terbentuk akibat penumpukan kolesterol, lemak, dan zat lain di pembuluh darah arteri–pecah dan terhanyut di aliran darah. Gumpalan dan serpihan plak itu tersangkut di pembuluh darah otak yang halus dan menyebabkan penyumbatan. Begitu tersumbat, aliran darah ke otak terhenti.
  • Iskemik subtipe trombotik, juga terjadi akibat gumpalan darah di otak. Bedanya, gumpalan ini membentuk penyumbatan di salah satu arteri yang mengalirkan darah ke otak. Sel-sel itu langsung mati begitu aliran darah terputus.

Apa yang Terjadi Saat Stroke Hemorragik?

Terdapat dua cara stroke hemoragik menghalangi darah ke otak.

  • Hemoragik subtipe intracerebral, yaitu kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah atau merembes, dan menghalangi oksigen masuk otak. Situasi ini memiliki dampak kerusakan tambahan. Berbeda dari bagian lain tubuh yang lentur, seperti rongga perut, tengkorak bersifat kaku. Ketika rembesan darah semakin banyak, tekanan terhadap otak membesar dan dapat merusak otak. Kerusakan pun terjadi saat rembesan menyebar dan menutupi sel-sel otak. Akibatnya, pesan dari otak tidak dapat tersampaikan, sehingga pasien kehilangan kemampuan berbicara, bergerak, mengingat, dan lainnya.
  • Hemorragik subtipe subarachnoid, yaitu kondisi ketika pembuluh darah sekitar otak pecah atau merembes. Rembesannya menyebar di otak dan jaringan tisu di sekitarnya (subarachnoid). Seperti pada subtipe intracerebral, sel otak rusak akibat kekurangan oksigen dan terkena tekanan. Semakin banyak darah, artinya semakin banyak tekanan dan semakin merusak.

Efek Stroke

Efek kerusakan pada pasien stroke berbeda-beda. Sisi otak mengontrol bagian sebaliknya dari tubuh. Jadi, stroke yang menyerang otak kiri membuat gangguan di tubuh sebelah kanan, dan sebaliknya. Akibat stroke di otak kanan, pasien bisa mengalami masalah soal penilaian jarak dan mengambil sesuatu, serta kelumpuhan tubuh sebelah kiri. Stoke pada otak kiri membuat pasien kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan, serta lumpuh pada tubuh sebelah kanan.

Penyakit

Bagi beberapa orang musim hujan dan flu seperti satu paket yang tak bisa dipisahkan. Meski begitu, dengan melakukan beberapa pencegahan, keluarga Anda bisa terbebas dari masalah batuk dan flu. Simak langkah-langkah mencegah batuk dan flu untuk seluruh anggota keluarga berikut ini!

Terapkan Teknik Mencuci Tangan Secara Benar

Agar bisa terbebas dari kuman, Anda perlu menerapkan teknik mencuci tangan secara benar. Dengan membilasnya terlalu cepat, hal ini tak akan membunuh kuman secara maksimal. Luangkan waktu lebih lama dengan memberikan perhatian lebih pada punggung tangan, sela-sela di antara jari, serta kulit di bawah kuku Anda. Selain itu, jangan lupa untuk memakai sabun agar tangan benar-benar bebas dari kuman.

Istirahat Lebih Awal

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang istirahat cenderung lebih gampang terserang penyakit flu. Semakin sedikit waktu tidur yang Anda peroleh, semakin besar peluang Anda. Bagi orang dewasa, waktu tidur ideal adalah setidaknya 7 jam setiap malam. sementara untuk anak-anak usia sekolah membutuhkan waktu lebih lama, yakni 10 jam atau lebih.

Dapatkan Vaksin Flu

Salah satu pencegahan lain agar terhindar dari penyakit ini di saat musim hujan mulai mendera adalah mendapatkan vaksin flu. Semua anggota keluarga Anda yang berumur lebih dari enam bulan wajib mendapatkan vaksin ini setiap tahun. Sedangkan untuk bayi, mereka terlalu muda untuk memperoleh vaksin. Namun, bisa jadi masalah besar bila bayi Anda terkena flu. Untuk itulah, penting bagi pengasuhnya agar menerima vaksinasi secara berkala.

Konsumsi Makanan Seimbang dan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat dengan buah dan sayur-sayuran segar bisa mencegah pilek dan flu. Sebab, makanan sehat bisa membuat kekebalan tubuh setiap anggota keluarga tetap terjaga. Untuk menghindari agar tidak terserang virus pilek dan flu, carilah makanan yang kaya akan kandungan vitamin A, C, E serta protein.

Utamakan Diet Sehat Ketimbang Suplemen

Ada beberapa produk suplemen yang mengklaim bahwa mereka dapat membantu meningkatkan pertahanan tubuh dengan mengonsumsinya dalam dosis yang besar.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tak akan menghentikan Anda terserang virus pilek. Sebaliknya, diet sehat merupakan solusi terbaik yang bisa Anda andalkan untuk menjaga sistem imun tubuh.

Hilangkan Kebiasaan Buruk

Memegang hidung, menggigit kuku, ataupun menggosok mata adalah kebiasaan buruk yang harus dihilangkan untuk mencegah pilek dan flu. Pasalnya, tindakan tersebut akan memudahkan kuman untuk masuk ke tubuh Anda. Jangan lupa, ingatkan pula anak-anak untuk menjaga tangan mereka agar tidak sembarangan memegang hidung, mulut dan mata.

Mendisinfeksi kuman di dalam rumah

Menjaga seluruh rumah agar tetap steril memang hal yang tidak mungkin. Walau begitu, Anda bisa melakukan langkah disinfeksi pada area yang mudah tersentuh tangan. Misalnya membersihkan gagang pintu, remot TV, lantai rumah, keyboard komputer, dan lain-lain.

Jangan Sembarangan Berbagi

Tentu saja berbagi merupakan perbuatan yang baik. Walau begitu, Anda tak boleh sembarangan dalam berbagi barang-barang pribadi Anda. Ingatkan selalu kepada anak-anak untuk tidak meminjamkan ponsel, lip gloss, ataupun sedotan. Pasalnya, barang-barang tersebut tak bisa didisinfeksikan dan bisa menjadi cara penularan virus.

Penyakit