Virus Corona atau Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia dimana virus tersebut menimbulkan jumlah kasus sebanyak 2,7 juta orang. Hal tersebut juga mengakibatkan 192 ribu orang meninggal dunia, sedangkan 762 ribu orang dinyatakan sembuh. Informasi lain beredar bahwa sinar UV (ultraviolet) dapat membunuh virus Corona. Apakah benar?

Sebuah penelitian mengklaim bahwa sinar UV adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi volume virus Corona. Sebuah universitas di Thailand telah membuat lorong sinar UV yang harus dilewati oleh mahasiswa jika ingin masuk.

Jenis-Jenis Sinar UV

Secara keseluruhan, sinar UV dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

  • UVA

UVA adalah jenis sinar UV yang paling dominan masuk ke dalam bumi, yaitu sebesar 95%. Sinar ini dapat melakukan penetrasi sampai ke dalam kulit dimana jenis sinar tersebut dapat mengubah warna kulit. Selain itu, UVA dapat memicu efek penuaan dan keriput pada kulit, serta memicu terjadinya sel kanker pada kulit.

  • UVB

UVB adalah jenis sinar UV yang aktif secara biologis. UVB juga dapat memicu perubahan warna pada kulit, dan membuat seseorang terkena luka bakar. Efek yang dialami tidak secepat UVA.

Selain itu, jenis sinar ini dapat memicu penuaan dan keriput pada kulit, serta risiko kanker kulit. UVB dari sinar matahari disaring oleh atmosfer sebelum sinar tersebut masuk ke dalam bumi.

  • UVC

UVC adalah jenis sinar UV yang paling mengerikan, karena sinar tersebut dapat memicu kerusakan paling parah pada kulit. UVC dapat melakukan penetrasi ke bagian paling dalam kulit manusia. UVC disaring oleh atmosfer dan tidak mencapai ke permukaan bumi. UVC adalah sinar yang dianggap dapat membunuh virus Corona.

Perkembangan Sinar UVC

Pada tahun 1878, para peneliti mampu membuat UVC secara artifisial untuk mensterilisasi berbagai benda di rumah sakit, pesawat terbang, kantor, dan pabrik. Tidak hanya itu, UVC dapat digunakan dalam proses sanitasi air minum.

Meskipun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa jenis sinar ini dapat membunuh virus Corona, para ahli telah membuktikan bahwa UVC efektif mencegah virus sebelumnya, SARS (severe acute respiratory syndrome).

UVC dipercaya dapat melengkungkan struktur materi genetik virus dan mencegah terjadinya perkembangan di dalam tubuh. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu cara untuk mengatasi virus Corona dimana sinar tersebut telah digunakan oleh transportasi umum di Tiongkok.

Selain itu, para peneliti telah membuat robot UVC untuk menyinari rumah sakit. UVC juga dapat digunakan di bank-bank untuk mencegah uang terkontaminasi oleh virus Corona.

Kontras Tentang Sinar UV

Meskipun diklaim sebagai sinar yang bermanfaat, menurut WHO (World Health Organization), belum ada sinar UV, termasuk UVC, dapat membunuh virus Corona. Hal tersebut justru bekerja sebaliknya, membuat iritasi pada kulit.

UVC dapat mengakibatkan luka bakar, bahkan sinar tersebut tidak dapat diarahkan ke pakaian. Selain itu, UVC dapat mengakibatkan mata silau 10 kali lebih parah dibandingkan dengan sinar lain.

Modifikasi Sinar UVC

Meskipun UVC dapat memicu gangguan pada kulit, para peneliti telah menciptakan UVC yang lebih aman untuk digunakan pada bagian kulit. Sinar tersebut bernama far-UVC. Uji coba telah dilakukan dan hal tersebut tidak memicu kerusakan DNA. Meskipun demikian, tidak ada bakteri atau virus yang terbunuh karena ukuran yang kecil untuk dijangkau cahaya.

Kesimpulan

Jadi, apakah sinar UV efektif dalam membunuh virus Corona? Sinar tersebut tidak memberikan hasil yang baik. Hal tersebut justru memicu kerusakan pada kulit. Sinar-sinar lain, UVA dan UVB belum tentu menjadi jawaban yang tepat untuk mencegah virus Corona, karena para peneliti masih membutuhkan waktu untuk meneliti kedua sinar tersebut.

Sinar UV membunuh virus Corona merupakan mitos dan membutuhkan studi lebih lanjut. Selain itu, uji coba yang dilakukan, yang melibatkan UVC, hanya terbatas pada hewan uji. Meskipun demikian, untuk mencegah penularan virus Corona, Anda sebaiknya tetap berada di rumah dan terus menjaga kesehatan.

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*