Benjolan di gusi bisa saja muncul saat Anda mengalami gangguan kesehatan di mulut. Sering kali, orang mengalami iritasi pada gusi di beberapa lokasi, alias tidak hanya pada satu titik saja. Penyebab paling umumnya adalah adanya penumpukan plak dan infeksi bakteri, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan sakit gusi. Lebih parahnya lagi, penumpukan plak ini juga bisa menyebabkan perdarahan dan kemerahan pada gusi. Lantas, bagaimana dengan benjolan di gusi? Apakah penyebab sebenarnya? Yuk, cari tahu di sini!

7 Penyebab benjolan di gusi

Orang-orang sering mencemaskan jika ada suatu benjolan yang muncul di bagian tubuhnya, termasuk benjolan di gusi. Meskipun bukan kondisi yang darurat, benjolan di gusi juga menyebabkan nyeri, sakit, dan ketidaknyamanan lainnya. Bahkan, kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya kondisi serius yang mungkin sedang terjadi. Jadi, sebaiknya Anda perlu mengetahui penyebab munculnya benjolan di gusi.

  1. Kista.

Tidak hanya di bagian rahim, kista juga dapat terbentuk di gusi atau sekitar gigi. Sebagian besar, kista terbentuk di akar gigi yang telah mati atau terkubur. Kista ini tumbuh secara perlahan dan menimbulkan gejala jika terinfeksi. Anda mungkin akan merasa nyeri dan bengkak di sekitar benjolan. Proses pembedahan sering dilakukan untuk menghilangkan kista dan merawat jaringan akar gigi yang mati untuk mencegah kista kembali.

  1. Abses.

Benjolan di gusi dapat terjadi akibat abses pada gusi, yang disebut sebagai abses periodontal. Penyebabnya adalah infeksi bakteri. Abses terasa seperti benjolan lembut dan hangat, serta sangat menyakitkan. Bergantung dengan tingkat keparahan infeksi, pengobatan abses mungkin perlu dengan mencabut gigi atau melakukan perawatan pada saluran akar gigi untuk menghilangkan sumber infeksi dan mengeluarkan nanah. 

  1. Sariawan.

Sariawan adalah kondisi yang sering di alami kebanyakan orang. Meskipun tidak berbahaya, tetapi sariawan bisa sangat menyakitkan dan membuat Anda tidak nyaman, bahkan kehilangan selera makan. Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, biasanya dalam satu hingga dua minggu. Anda juga dapat mengonsumsi obat analgesik yang dijual bebas untuk meredakan nyerinya.

  1. Fibroma.

Fibroma mulut adalah penyebab paling umum dari benjolan di gusi. Fibroma adalah benjolan bukan kanker yang terbentuk pada jaringan gusi yang mengalami iritasi atau luka. Biasanya, iritasi gusi ini disebabkan oleh penggunaan gigi palsu, kawat gigi, atau perangkat mulut lainnya.

Fibroma biasanya terasa seperti benjolan keras, halus, berbentuk kubah, serta terlihat lebih gelap atau lebih terang dari gusi Anda. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, jika benjolan sangat besar, mungkin butuh operasi untuk mengangkatnya.

  1. Granuloma piogenik.

Granuloma piogenik oral dapat berkembang di gusi Anda dan berisi darah. Penyebabnya masih belum jelas hingga saat ini, tetapi ada dugaan bahwa luka ringan dan iritasi berpengaruh. Umumnya, pengobatan granuloma piogenik adalah operasi atau pembedahan.

  1. Torus mandibula.

Torus mandibula adalah pertumbuhan tulang di rahang atas atau bawah atau keduanya yang tidak diketahui apa penyebabnya. Tori mandibula tumbuh secara perlahan dalam berbagai bentuk. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya benjolan di gusi yang terasa halus saat disentuh dan jarang memerlukan perawatan.

  1. Kanker mulut.

Kanker atau tumor mulut dapat menimbulkan gejala benjolan di gusi. Selain itu, gejala kanker mulut lainnya adalah rasa sakit, bercak putih atau merah di gusi, luka berdarah, sakit tenggorokan, lidah, dan rahang, gigi lepas, serta kesulitan mengunyah atau menelan. Oleh sebab itu, apabila benjolan di gusi Anda dikhawatirkan bersifat kanker, maka sebaiknya segera hubungi dokter untuk memastikan dan memulai pengobatan sedini mungkin jika diperlukan.

Penyebab benjolan di gusi bisa bermacam-macam. Jika benjolan yang Anda alami masih berlangsung hingga lebih dari 2 minggu, maka sebaiknya Anda perlu menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika tidak, dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi atau kehilangan gigi.

Hidup Sehat

Penyebab Telat Haid yang Bukan Karena Hamil

Khawatir tentang menstruasi yang terlambat, tetapi Anda tahu bahwa Anda tidak hamil? Ternyata terdapat beberapa penyebab telat haid dapat terjadi karena berbagai alasan selain kehamilan. 

Penyebab telat haid umumnya dapat berkisar dari ketidakseimbangan hormon hingga kondisi medis yang serius. Terdapat dua waktu dalam kehidupan seorang wanita ketika menstruasi tidak teratur adalah hal yang sangat normal yaitu saat pertama kali haid dimulai, dan saat menopause dimulai. Saat tubuh Anda mengalami transisi, siklus normal Anda bisa menjadi tidak teratur.

Kebanyakan wanita yang belum menopause biasanya mengalami menstruasi setiap 28 hari.  Namun, siklus haid yang sehat dapat berkisar dari setiap 21 hingga 35 hari. Jika Anda mengalami telat haid atau tidak termasuk dalam rentang tersebut, hal ini mungkin karena salah satu penyebab berikut:

  • Stress

Stress dapat menghilangkan hormon Anda, mengubah rutinitas harian Anda, dan bahkan mempengaruhi bagian otak Anda yang bertanggung jawab untuk mengatur haid Anda, yaitu hipotalamus. Seiring waktu, stress dapat menyebabkan penyakit atau kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang semuanya dapat memengaruhi siklus Anda. Jika Anda merasa stress penyebab Anda telat haid, cobalah berlatih teknik relaksasi dan membuat perubahan gaya hidup. Menambahkan lebih banyak olahraga ke dalam rutinitas Anda dapat membantu Anda kembali ke siklus yang benar.

  • Berat badan rendah

Wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, mungkin mengalami telat haid. Dengan berat 10 persen di bawah kisaran normal untuk tinggi badan Anda dapat mengubah cara fungsi tubuh dan menghentikan ovulasi. Mendapatkan pengobatan untuk gangguan makan Anda dan menambah berat badan dengan cara yang sehat dapat mengembalikan siklus Anda ke normal. Wanita yang berpartisipasi dalam olahraga ekstrem seperti maraton juga dapat menghentikan menstruasi.

  •  Obesitas

Sama seperti berat badan yang rendah dapat menyebabkan perubahan hormonal, begitu juga dengan kelebihan berat badan. Dokter Anda akan merekomendasikan diet dan rencana olahraga jika mereka menentukan bahwa obesitas adalah faktor dalam haid Anda yang terlambat atau terlewat.

  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Kista terbentuk di ovarium akibat ketidakseimbangan hormon ini. Kondisi ini bisa membuat ovulasi tidak teratur atau menghentikannya sama sekali. Hormon lain, seperti insulin, juga bisa tidak seimbang. Hal ini karena resistensi insulin, yang berhubungan dengan PCOS. Perawatan untuk PCOS berfokus pada meredakan gejala. Dokter Anda mungkin meresepkan alat kontrasepsi atau obat lain untuk membantu mengatur siklus Anda.

  • Alat kntrol kelahiran

Anda mungkin mengalami perubahan dalam siklus Anda saat menggunakan atau menonaktifkan kontrasepsi. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah ovarium melepaskan sel telur. Diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus Anda kembali konsisten setelah menghentikan penggunaan pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanamkan atau disuntikkan juga dapat menjadi penyebab telat haid.

Haid Anda umumnya dianggap terlambat setelah setidaknya 30 hari sejak dimulainya haid terakhir Anda. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini terjadi, mulai dari perubahan gaya hidup rutin hingga kondisi medis yang mendasarinya. Jika Anda telat haid secara teratur, buatlah janji dengan dokter Anda untuk menentukan penyebab yang mendasarinya

kesehatan wanita

Suntik tetanus merupakan salah satu syarat yang perlu dilakukan oleh pasangan yang akan menikah, terutama calon pengantin wanita. Suntik tetanus, atau yang juga dikenal dengan istilah “imunisasi TT”, merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menekan angka terjadinya penyakit tetanus. Memang, sama halnya seperti prosedur medis lain, suntik tetanus bagi beberapa orang bisa menimbulkan efek samping. Namun secara umum, imunisasi ini tidak berbahaya untuk kesehatan. Efek samping suntik tetanus yang terjadi sebagian besar bersifat ringan. Efek samping ini bisa muncul, karena tubuh sedang membangun sistem imun yang akan digunakan untuk melawan bakteri tetanus di kemudian hari, apabila Anda terpapar. Namun pada beberapa orang yang mengalami alergi atau gangguan kesehatan lainnya, suntik tetanus malah bisa memicu efek samping yang cukup parah. Sejauh apa efeknya?

  1. Efek samping suntik tetanus yang ringan

Berikut ini beberapa gejala ringan yang dapat timbul setelah Anda menjalani suntik tetanus.

  • Rasa nyeri

Setelah disuntik tetanus, Anda bisa saja merasakan nyeri di area bekas penyuntikan. Kemerahan dan bengkak di area yang sama juga sering terjadi.Namun, hal ini tidaklah berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

  • Demam

Demam juga merupakan efek samping suntik tetanus yang umum terjadi. Suhu tubuh Anda bisa turun dengan sendirinya setelah beberapa saat.Namun, Anda juga bisa mengonsumsi obat penurun panas untuk meringankan gejala ini.

  • Sakit badan

Setelah suntik tetanus, Anda mungkin akan merasakan nyeri di badan. Jika nyeri cukup mengganggu, Anda bisa meredakannya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen.

  1. Efek samping lainnya

Selain ketiga efek samping di atas, gejala lain juga bisa muncul sebagai akibat dari suntikan tetanus, seperti lemas, mual, muntah, dan sakit kepala.

  1. Efek samping suntik tetanus yang parah

Bagi beberapa orang, efek samping suntik tetanus bisa bisa cukup parah, terutama jika alergi terhadap vaksin ini. Gejala alergi yang mungkin muncul antara lain berupa:

  • Bentol-bentol di kulit
  • Gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Kulit memerah, terutama di sekitar telinga
  • Pembengkakan pada wajah
  • Tubuh yang tiba-tiba sangat lemas

Alergi terhadap vaksin tetanus sangat jarang terjadi, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir akan hal tersebut. Namun apabila Anda atau anak mengalami gejala di atas setelah menjalani imunisasi, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk menerima perawatan alergi.Tetanus adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini hidup di tanah dan kotoran binatang. Artinya, bakteri tersebut tersebar di berbagai tempat dan sangat sulit untuk sepenuhnya dihindari. Bakteri penyebab tetanus bisa masuk ke tubuh melalui permukaan kulit yang terbuka akibat luka atau goresan kecil. Setelah masuk ke tubuh, bakteri ini bisa mengeluarkan racun yang memicu kejang, bahkan kematian. Maka dari itu, meski ada kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, suntik tetanus tetap penting untuk dilakukan. Manfaat yang akan Anda dapatkan dari imunisasi ini lebih besar dibanding risiko yang mungkin muncul.

Hidup Sehat

Menjadi salah satu bagian penting dari indra pendengaran adalah gendang telinga, karena memiliki fungsi untuk mendengar suara-suara dari lingkungan sekitar. Walaupun berada di telingan bagian dalam, bukan berarti gendang telinga tidak dapat mengalami gangguan. Salah satu kondisi yang kerap kali dialami bagian ini adalah gendang telinga pecah.

Gendang telinga bisa pecah jika mendapatkan tekanan yang terlalu keras, peran bagian dari telingan ini tidak main-main. Bagian telinga satu ini berfungsi untuk mendeteksi getaran gelombang suara yang masuk, lalu mengubah getaran itu menjadi impuls saraf untuk kemudian dihantarkan ke otak sebagai suara.

Akibat Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga yang pecah merupakan kondisi yang terjadi ketika lapisan di bagian tengah saluran yang bisasa disebut membran timpani robek atau berlubang. Membran timpani merupakan lapisan dengan fungsi mendeteksi dan mengubah suara menjadi sinyal untuk kemudian dikirim ke otak, untuk gejala dari kondisi ini, tidak akan terasa sampai beberapa hari ke depan.

Gejala yang muncul bisa berupa rasa sakit pada telinga, pendengaran terganggu, keluar cairan seperti nanah dan darah dari dalam telinga hingga terus-menerus berdengung. Dalam beberapa kasus, penderita kondisi ini juga mengalami mual yang disertai muntah. Bahkan hingga kehilangan sebagian atau seluruh pendengarannya.

Karena gendang telinga berfungsi sebagai penghantar suara, otomatis kemampuan pendengaram seseorang akan langsung menurun ketika genda telinga robek atau pecah. Tak sampai disitu, semakin besar lubang atau robekan pada gendang telinga, maka juga akan semakin besar pula gangguan pendengaran yang akan dialami.

Penyebab Pecahnya Gendang Telinga

  • Infeksi

Gendang telinga berfungsi sebagai pelindung telinga bagian tengah, tak jarang bagian ini membuatnya rawan terkena infeksi. Infeksi yang bisa menyebabkan cairan menumpuk di bagian tengah telinga, penumpukan yang lama-lama menekan bagian gendang telinga hinga akhirnya menjadi robek, ini menjadi penyebab paling sering.

  • Tekanan

Tekanan terhadap telinga bisa didapat dalam beberapa kegiatan seperti, berkendara di tempat tinggi, naik pesawat, menyelam hingga mendaki gunung. Tekanan yang besar ini bisa memicu robeknya gendang telinga, kondisi ini disebut dengan barotrauma.

  • Cedera

Cedera menjadi penyebab nomor dua atau paling sering kedua yang membuat pecahnya gendang telinga. Misalnya, diakibatkan terkena pukulan di telinga hingga mengalami kecelakaan saat berkendara atau berolahraga.

  • Suara Keras

Penyebab gendang telingan robek selanjutnya adalah adanya gelombang suara yang besar dan mengejutkan, seperti suara tembakan dan bom mampu menyebabkan gendang telinga robek dan pecah, kondisi ini disebut dengan acoustic trauma.

  • Goresan Benda

Sangat disarankan untuk berhati-hati ketika membersihkan telinga menggunakan alat pembersih, jika dilakukan dengan asal dan tidak sesuai kondisi maka kemungkinan terburuk bisa menyebabkan robek pada bagian gendang telinga.

Pengobatan Gendang Telinga Pecah

Perlu diketahui bahwa gendang telinga yang pecah akan sembuh sendiri tanpa adanya perawatan khusus dalam beberapa minggu atau bulan setelah terjadi. Namun, seiring waktu tersebut dokter biasanya akan memberikan resep antibiotik, obat tetes telinga hingga obat pereda nyeri jika seseorang mengalami infeksi.

Akan tetapi, pada kerusakan yang tergolong parah akan dilakukan tindakan medis berupa pembedahan, ini juga merupakan cara yang ditempuh guna mempercepat pemulihan. Khususnya dalam kasus yang melibatkan tepi gendang telinga disertai dengan infeksi. Selama proses pemulihan, pasien disarankan untuk menjaga telinga tetap dalam kondisi kering dan tidak terpapar udara dingin.

Penyakit

Penggunaan alat kontrasepsi atau KB memang masih menjadi pilihan untuk mencegah kehamilan. Salah satu  alat kontrasepsi yang cukup banyak digunakan adalah KB implan. 

KB implan atau dikenal juga dengan nama KB susuk merupakan alat kontrasepsi untuk jangka panjang untuk mencegah kehamilan yang dipakai oleh wanita. KB jenis ini disebut ampuh untuk menunda kehamilan atau bagi wanita yang tidak ingin hamil lagi. Apakah benar KB ini 99 persen ampuh menunda kehamilan?

Pengguna KB Implan Masih Bisa Hamil

Jadi, KB implan ini berbentuk tabung plastik kecil hanya seukuran korek api. Di dalamnya berisi hormon yang fungsinya untuk mencegah kehamilan. KB implan ini dipasang dengan baik di kulit lengan atas untuk mencegah kehamilan selama durasi 3 tahun. 

Jadi, hormon progestin alias progesteron sintetik dari KB susuk ini akan menghalangi pelepasan sel telur dari ovarium dan sekaligus mengentalkan mukus serviks yang mencegah sperma masuk ke rahim.

Menurut datanya, dalam 1 tahun hanya 1 dari 100 wanita pengguna KB implan yang hamil. Makanya disebut 99 persen ampuh untuk menunda kehamilan. 

Akan tetapi, bukan berarti wanita yang pakai KB implan tidak mungkin hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi ketika Anda pakai KB susuk sudah lebih dari 3 tahun dan tidak diganti. 

Jika sudah lebih dari 3 tahun dan belum sempat diganti, penting untuk menggunakan alat kontrasepsi tambahan agar tidak terjadi kehamilan, seperti menggunakan kondom misalnya.

Kemungkinan hamil pada wanita yang pakai KB implan adalah ketika efektivitas alat kontrasepsi sudah berkurang. Efektivitas ini bergantung pada beberapa hal seperti ketika mengkonsumsi obat-obatan tertentu atau Anda punya kondisi medis tertentu.

Kemungkinan hamil juga bisa disebabkan oleh karena pemasangan KB implan yang tidak dipasang dengan benar. Tandanya, jika sudah 5 hari penggunaan KB susuk dan Anda menstruasi, biasanya KB susuk berfungsi efektif dan penggunaannya benar. Jadi, agar tidak terjadi kehamilan ketika menggunakan KB implan, sebaiknya ingat waktu pemasangan agar tidak melewati durasi pakainya.

Efek Samping Penggunaan KB Implan

Wanita yang menggunakan KB implan biasanya akan mengalami haid yang lebih banyak atau lebih sedikit. Ketika siklus menstruasi Anda tidak teratur atau menstruasi berhenti sama sekali, hal tersebut bukan melulu pertanda hamil. 

Anda tidak perlu khawatir, sebab salah satu efek samping penggunaan KB susuk ini membuat siklus haid tidak teratur. Sebab, menstruasi dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Sementara, kB implan ini berisi hormon progesteron yang bisa mempengaruhi keseimbangan hormon. Ketika hormon wanita ini tidak seimbang, maka siklus menstruasi pun juga ikut terganggu.  

Tips Ketika Muncul Gejala Hamil saat Pakai KB Implan

Ingat ya, gejala hamil wanita yang pakai KB susuk ini akan sama dengan kehamilan pada umumnya. Gejala ketika wanita mengalami siklus menstruasi tidak teratur di awal pemasangan KB susuk biasanya akan mengalami gejala mirip dengan gejala kehamilan, seperti mual, nyeri di bagian payudara, mood swing, perut kembung, hingga sakit kepala. Selain itu juga diikuti dengan siklus menstruasi yang singkat dan lebih ringan. Hingga ada juga wanita yang pakai KB susuk ini tidak lagi mengalami siklus haid sama sekali.

Berikut tips ketika Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan khawatir jika Anda benar-benar hamil meskipun sudah menggunakan KB.

  1. Lakukan Tes Kehamilan

Jika Anda ragu dan merasa curiga sedang hamil meskipun sudah pakai KB, bisa dipastikan dengan menggunakan alat tes kehamilan.

  1. Temui Dokter

Agar lebih meyakinkan, bisa juga dengan menemui dokter untuk memeriksakan kehamilan pada dokter kehamilan. Sebab, jika sedang pakai KB dan Anda benar-benar hamil, bisa meningkatkan kehamilan ektopik.

  1. Melepas KB Implan

Jika Anda benar sedang hamil, maka mintalah dokter untuk melepas KB implan yang ada pada lengan Anda.

Kehamilan